Program Pendidikan dari Sang Mantan Menteri Pendidikan

Jakarta. Waktu sepertinya sangat lambat, baru  2 minggu Anies-Sandi dilantik kita sudah sangat berharap banyak langkah dan program menuju tercapainya arah menuju janji-janji kampanye nya.

Maklum saja, Gubernur terdahulu yang digantikan adalah orang-orang besar dengan popularitas tak diragukan, orang-orang yang memberikan harapan akan datang jaman baru di Ibukota, “Jakarta Baru”. Langkah-langkah pencapainnya pun tak diragukan. Sebut Saja Jokowi. Salah Satu Presiden yang akan memiliki legendanya.

Saat ini warga Jakarta sangat menunggu jawaban dari Sang Gubernur terpilih, sehingga layak untuk dipilih dan menggantikan Gubernur Jakarta Baru yang fenomenal-fenomenal itu. Sekaligus menghapus keraguan kelompok Lawan bahwa bukan hanya karena kekuatan gerakan-gerakan separatis, rasis, intoleran mereka memperoleh 58% suara pemilih Jakarta.

Namun kita lihat bersama hingga kini belum ada yang bisa dilakukan apa-apa, butuh waktu belajar dari orang luar birokrasi memimpin birokrasi sebesar Provinsi di Ibukota Negara. _Terlihat_, Sandi terutama sangat letih terhadap bentuk kerja kepemrintahan ini. Salah kostum ke Kantor, statemen-statemen yang bilang masih mempelajari. Tentu dunia kepemerintahan, public service memiliki ideologinya sendiri. Anies punya pengalaman menjadi seorang menteri mungkin punya sedikit bekal.

Disamping itu tujuan pencapaian Visi-misi akan sangat membutuhkan perangkat yang mampu menerjemahkan tafsir atas RPJMD dan Program. Birokrasi yang mendukung program-program dan mungkin ikut turut berjuang mewujudkan “Maju KOtanya, Bahagia Warganya”, Namun kelihatannya Sekda Saefullah bukan figur sembarangan. Gubernur-Anies jangan segan dan malu jika harus banyak bertanya pada beliau.

Belum lagi sisi Seorang Anies yang namanya meroket karena Gagasan Pendidikan, tentu juga akan disangat ditunggu oleh para Penggiat pendidikan di Jakarta kota. Belu lagi DKI Jakarta dimasa Jokwi-Ahok-Djarot Provinsi denga rata-rata IPM tertinggi 79,06% (Data LKPJ 2017). Dari seorang Tokoh Pendidikan yang melahirkan gagasan Indonesia mengajar, yang sekarang menjadi tren dan memberikan konsep pengajaran yang lebih progressif dan berkemanusiaan. Itu juga yang menarik Jokowi menjadikannya menteri Pendidikan, walaupun akhirnya tak mampu mengalahkan daya kerja kabinet Kerja dan diberhentikan.

Tentu kita semua sangat berharap sangat tinggi, Ekspektasi berlebih. Konsepsi Pendidikan seperti apa yang akan diterapkan untuk warga kota (ibukota), bagaimana Konsep “Maju Kotanya Bahagianya Warganya” dalam bidang pendidikan.

Namun apalah Daya, dari 23 Janji Kampanye Anies-Sandi hanya menawarkan tidak Lebih dari 9%. Hanya terkait kartu jakarta Pintar Plus saja yaitu tentang perluasan penggunaan. Sangat kecil dari seorang maestro pendidikan Indonesia. Tahun 2015 Saja Ahok sudah menetapkan 24 % Anggaran untuk bidang Pendidikan secara keseluruhan.  APBD DKI JAkarta 2017 yang lalu sudah sampai 27,7 % untuk pendidikan.

Wajar jika Anies melahirkan banyak kelompok yang meragukan integritasnya dalam dunia pendidikan. Jakarta 5 Tahun tidak memiliki tawaran yang mengejutkan dalam dunia Pendidikan. Sepertinya Pendidikan hanya jalan menuju pencapaian kekuasaan.

Namun, Kita tunggu saja karena hingga saat ini kita belum melihat bagaimana RPJMD yang ditawarkan. Denga alasan dalam sidang Paripurna “Istimewa” itulah Gubernur terpilih akan membeberkan Bagaimana Matriks Kerangka Kerja Kabinet “Maju Kotanya Bahagia Warganya”

Selamat Bekerja
Pendidikan hanya milik Nurani.

*Lembaga Kebangunan Jakarta*
2017

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *