Paradise Papers dan empat tahun kisah pembocoran dokumen

Jakarta, Paradise Papers adalah pembocoran dokumen rahasia skala besar yang terutama berasal dari sebuah firma hukum lepas pantai, yang menggambarkan secara rinci aktivitas perpajakan orang-orang kaya dan terkenal. Ini adalah pembocoran raksasa terbaru dalam jenisnya.

Informasi yang terkandung dalam Paradise Papers ini begitu raksasa jumlahnya -kita mungkin agak susah membayangkannya.

Masalahnya, ini juga bukan pertama kalinya.

Kendati ada saja kebocoran informasi di luar sana, sulit untuk menekankan bagaimana efektifnya investigasi yang didasarkan pada sumber whistleblowing ini berdampak pada bagaimana dunia melihat, dan mengatur, urusan perpajakannya.

Policemen rowing down a street in the 1947 London floodsHak atas fotoTOPICAL PRESS AGENCY
Image captionIni tergolong kebocoran atau kebanjiran?

Gerard Ryle, dari International Consortium of Investigative Journalists (Konsorsium Internasional untuk Wartawan Investigatif (ICIJ), yang memimpin pengungkapan dokumen-dokumen ini mengatakan, “Dampak dari kebocoran ini sangat besar di dunia lepas pantai karena mereka tidak tahu dari mana asalnya yang akan datang dan informasi tentang siapa lagi yang akan keluar.”

Jadi, mari kita rangkum berbagai pembocoran besar lainnya dalam empat tahun terakhir ini.

Ukuran itu penting -jadi kita akan mulai dengan yang terbesar.


Panama Papers 2016

Ini adalah biang, alias induk dari semua pembocoran dokumen dalam hal ukuran data. Jika Anda menyangka pembocoran kabel diplomatik Wikileaks pada tahun 2010 merupakan hal yang besar, ketahuilah: data Panama Papers ini 1.500 kali lipat lebih banyak.

Frederik Obermaier (L) and Bastian ObermayerHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionDua serangkai Süddeutsche Zeitung’. Kendati nama keluarga keduanya terdengar persis sama, dua tokoh yang memimpin proyek investigasi Panama Papers ini, Frederik Obermaier (kiri) dan Bastian Obermayer, bukan sanak keluarga sama sekali.

Wikileaks adalah makhluk yang sangat berbeda dan memunculkan dampak dalam arah yang sangat berbeda.

Panama Papers mengemuka setelah seorang sumber anonim menghubungi wartawan surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung pada tahun 2015 dan memasok dokumen terenkripsi dari firma hukum Panama, Mossack Fonseca. Firma Hukum ini menjual perusahaan-perusahaan anonim lepas pantai yang membuat para pemilik uang bisa menyembunyikan aktivitas bisnis mereka.

Graphic titled How big is the Paradise Papers leak? How the data compares showing circles indicating much bigger size of Panama Papers than others in this article

Karena kerepotan oleh timbunan data dalam skala raksasa, sejumlah 2,6 terabite data, Süddeutsche Zeitung lalu menghubungi International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ), yang berujung pada keterlibatan sekitar 100 organisasi berita lainnya yang menjadi mitra mereka, termasuk Panorama BBC, dan dari Indonesia, Tempo.

Setelah lebih dari satu tahun pemeriksaan data-data itu, ICIJ dan para mitranya bersama-sama menerbitkan Panama Papers pada tanggal 3 April 2016, diikuti penerbitan database dokumen sebulan kemudian.

Siapa saja yang disebutkan?

Di mana kita mulai? Beberapa anggota konsorsium memusatkan perhatian pada bagaimana para sohib Presiden Rusia Vladimir Putin menebar uang di seluruh dunia. Bukan berarti orang-orang Rusia sangat peduli.

Perdana menteri Islandia dan Pakistan mendapat getah yang lebih lengket: yang satu dicopot oleh Mahkamah Agung, yang satunya lagi dipaksa berhenti. Secara keseluruhan, dokumen itu membongkar urusan keuangan dari selusin pemimpin dunia yang sedang atau pernah menjabat, lebih dari 120 politikus dan pejabat publik dan miliarder, selebriti dan bintang olahraga yang tak terhitung jumlahnya.

Cukup banyak nama dari Indonesia yang disebut-sebut. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan waktu itu, Luhut Pandjaitan, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, dan Wakil Gubernur Jakarta sekarang, Sandiaga Uno.

Namun para tokoh itu memberikan penjelasan masing-masing tentang mengapa nama mereka masuk Panama Papers. Dan karier politik mereka tak terganggu sama sekali.

Siapa sang pembocor?

John Doe, Ya, kita tahu. Ini bukan nama asli. Dalam serial kejahatan AS, nama ini sering digunakan untuk menyebut korban anonim, tapi manifesto Pak John Doe atau Bu Jane Doe yang diluncurkan sebulan kemudian menunjukkannya sebagai sosok yang revolusioner. Namun identitas aslinya masih belum diketahui.

Lima bulan setelah Panama Papers, ICIJ menerbitkan dokumen dari kantor pusat sebuah perusahaan yang tercatat di Bahama. Berkas sebesar 38GB tersebut mengungkapkan kegiatan keuangan luar negeri dari sejumlah “perdana menteri, menteri, pangeran dan narapidana,” katanya. Mantan komisaris urusan persaingan usaha Uni Eropa, Neelie Kroes mengakui ‘lalai’ karena tidak mengungkapkan keterkaitanya pada perusahaan luar negeri itu.

Panama papers
Presentational white space

Pembocoran Swiss 2015

Investigasi ICIJ ini, yang melibatkan ratusan jurnalis dari 45 negara, diluncurkan hasilnya pada bulan Februari 2015.

Laporan berfokus pada HSBC Private Bank (Suisse), anak perusahaan raksasa perbankan HSBC, dan karenanya bagaikan mencopot sumbat data transaksi di negara yang menomorsatukan kerahasiaan perbankan.

Berkas yang bocor tersebut mencakup rekening bank hingga tahun 2007, terkait dengan lebih dari 100.000 individu dan badan hukum dari lebih 200 negara.

ICIJ mengatakan bahwa HSBC Private Bank (Suisse) melayani “orang-orang yang dekat dengan rezim-rezim yang dikucilkan” dunia, dan “klien yang reputasinya buruk dalam catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa”.

Siapa saja yang disebut?

ICIJ mengatakan bahwa HSBC mendapat manfaat dari “agen senjata, orang dekat para diktator Dunia Ketiga, pelaku perdagangan berlian berdarah (berlian yang diperoleh dengan penambang tawanan perang, kerja paksa, dan sejenisnya) serta penjahat internasional lainnya”.

Laporan itu juga menyebut tentang orang-orang yang dekat dengan rezim mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak, mantan Presiden Tunisia Ben Ali dan pemimpin Suriah Bashar al-Assad.

Siapa yang membocorkan?

Yang ini, kita tahu sebetulnya. Invstigasi ICIJ didasarkan pada data yang awalnya dibocorkan oleh seorang insinyur Prancis_Italia, Hervé Falciani, kendati ICIJ memperolehnya dari sumber lain.

Sejak tahun 2008, ia membocorkan informasi tentang HSBC Private Bank (Suisse) kepada pihak berwenang Prancis, yang kemudian menyampaikannya kepada badan pemerintah yang terkait.

Herve Falciani didakwa secara hukum di Swiss, dan sempat ditahan di Spanyol namun kemudian dilepaskan dan sekarang tinggal di Prancis.

Hervé FalcianiHak atas fotoREUTERS
Image captionSang pembocor, Hervé Falciani – didakwa, ditahan, dibebaskan.

Pembocoran Luksemburg, 2014

Disebut juga Luxleaks. Sebuah investigasi panjang ICIJ, yang diungkapkan kepada publik pada November 2014..

Luxleaks berpusat pada bagaimana perusahaan jasa profesional PricewaterhouseCoopers membantu perusahaan multinasional untuk mendapatkan ratusan putusan perkara pajak di Luksemburg yang menguntungkan klien mereka antara tahun 2002 dan 2010.

ICIJ mengatakan berbagai perusahaan multinasional telah menghemat uang miliaran dolar dengan menyalurkan dana melalui Luksemburg, kadang dengan tarif pajak kurang dari 1%. Sebuah rumah di Luksemburg pernah menjadi alamat untuk lebih dari 1.600 perusahaan, kata laporan itu.

Siapa yang disebut?

Pepsi, IKEA, AIG dan Deutsche Bank termasuk di antara perusahaan-perusahaan terkenal yang disebut.

Sebuah dokumen lanjutan itu menyebut bahwa Walt Disney Co dan Skype juga menyalurkan keuntungan ratusan juta dolar melalui anak perusahaan di Luksemburg. Mereka dan perusahaan lain membantah telah melakukan kesalahan.

Jean-Claude Juncker adalah PM Luksemburg saat memberlakukan banyak peraturan penghindaran pajak. Dia telah ditunjuk sebagai presiden Komisi Eropa beberapa hari sebelum kebocoran tersebut keluar. Dia berkilah, tidak mendorong penghindaran pajak.

Kalangan yang skeptis terhadap Uni Eropa kemudian berunjuk rasa mendorong gerakan perlawanan terhadapnya. Upaya itu kandas. Namun Uni Eropa melakukan penyelidikan, dan pada tahun 2016 mengusulkan skema pajak umum untuk Uni Eropa yang belum direalisasikan sampai sekarang.

Siapa yang membocorkan?

Warga Prancis Antoine Deltour, mantan karyawan PricewaterhouseCoopers, pembocornya yang utama, mengatakan bahwa dia melakukan tindakan itu untuk kepentingan umum. Pegawai PwC lainnya, Raphael Halet, membantunya.

Edouard Perrin, Raphael Halet dan Antoine DeltourHak atas fotoAFP/ GETTY IMAGES
Image captionEdouard Perrin, Raphael Halet dan Antoine Deltour.

Keduanya, bersama dengan wartawan Edouard Perrin, didakwa di Luksemburg atas pengaduan PwC. Pengadilan berlangsung hingga tingkat banding, dan akhirnya Deltour diberi hukuman penjara enam bulan. Dia dan Halet dijatuhi hukuman denda kecil, sementara Perrin dibebaskan.

Bocoran lepas pantai 2013

Ini kira-kira sepersepuluh dari ukuran Panama Papers namun dipandang sebagai pembongkaran penipuan pajak internasional terbesar saat ICIJ dan media anggotanya menerbitkan hasil investigasi mereka, pada bulan April 2013, setelah 15 bulan melakukan penyelidikan.

Sekitar 2,5 juta file mengungkapkan lebih dari 120.000 perusahaan dan saham di kawasan seperti Pulau Virgin, Inggris dan Kepulauan Cook.

Siapa yang disebutkan?

Orang-orang yang itu-itu juga. Paduan politikus, pejabat pemerintah dan keluarga mereka, dengan orang-orang terkenal Rusia, juga orang-orang dari Cina, Azerbaijan, Kanada, Thailand, Mongolia dan Pakistan. Filipina – dalam bentuk keluarga almarhum Ferdinand Marcos – disebutkan secara tidak terhormat. Betapapun, ICIJ menegaskan bahwa dokumen-dokumen bocor tersebut tidak dengan sendirinya merupakan bukti tindakan ilegal.

Siapa yang membocorkan?

ICIJ mengutip “dua penyedia layanan keuangan, sebuah bank swasta di Jersey dan perusahaan yang tercatat di Bahama” sebagai sumbernya.

Edward Snowden

Tentang yang satu ini, kami persilakan Anda membaca sendiri. Profil ini, dalam bahasa Inggris, adalah permulaan yang bagus.

Sumber : http://www.bbc.com/indonesia/majalah-41881975?ocid=socialflow_twitter

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *