Jamin Tumbuh Kembang Anak

Orangtua agar Optimalkan Pengasuhan dan Perlindungan

Perayaan Hari Anak Sedunia di Kota Malang, Jawa Timur, diisi dengan berbagai atraksi kesenian daerah dan hiburan badut, Senin (20/11). Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang hadir pada acara tersebut menekankan perlunya pengasuhan anak dengan baik demi masa depan bangsa.
KOMPAS/DAHLIA IRAWATI

Perayaan Hari Anak Sedunia di Kota Malang, Jawa Timur, diisi dengan berbagai atraksi kesenian daerah dan hiburan badut, Senin (20/11). Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang hadir pada acara tersebut menekankan perlunya pengasuhan anak dengan baik demi masa depan bangsa.

JAKARTA, KOMPAS — Hari Anak Sedunia, Senin (20/11), diperingati di beberapa wilayah Tanah Air oleh kalangan pemerintahan dan komunitas terkait. Pemenuhan hak anak agar tumbuh kembang sehat dan wajar dalam pengasuhan yang ramah jadi perhatian bersama.

Dalam perayaan Hari Anak Sedunia di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Jawa Timur, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pengasuhan dan perlindungan anak menjadi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. Untuk itu, Kementerian Sosial meluncurkan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak.

Dengan terbitnya aturan hukum, diharapkan pengasuhan dan perlindungan anak bisa menjadi gerakan sosial.

“Gerakan perlindungan dan pengasuhan anak ini diharapkan bisa menjadi gerakan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia sehingga negara kita akan bisa bebas dari anak jalanan. Orangtua pun diharapkan mengoptimalkan pengasuhan dan perlindungan anak,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise dalam acara “Deklarasi Kabupaten Katingan dan Kabupaten Kotawaringin Timur Menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)” di Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Senin, antara lain menyorot fenomena perkawinan anak.

Yohana menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengadilan agama untuk mengeluarkan imbauan agar orangtua tidak terlalu dini menikahkan anaknya. Pemerintah kabupaten pun bisa membentuk aturan atau kebijakan khusus untuk menyelesaikan masalah ini.

“Bukan melarang menikah atau punya anak, tetapi menikahlah pada umur yang sudah pas,” katanya.

Ketika dihubungi di Jakarta, Yohana menegaskan pemerintah terus berupaya keras memenuhi hak-hak anak di Indonesia, serta meningkatkan perlindungan terhadap anak dari berbagai tindak kejahatan yang akhir-akhir ini kian marak.

Komitmen itu berupa terbitnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, yang antara lain mengatur pidana tambahan pengumuman identitas pelaku, kebiri, dan pemasangan cip bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Pemerintah juga belum lama ini menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Restitusi bagi Anak Korban Tindak Pidana.

Deputi Tumbuh Kembang Anak KPPPA Lenny N Rosalin menambahkan pemerintah juga berupaya menyelesaikan berbagai persoalan anak mulai dari akta kelahiran yang belum 100 persen, rentannya anak-anak dari informasi-informasi tidak layak dikonsumsi, seperti pornografi dan kekerasan, masih tingginya angka perkawinan anak, hingga masalah kesehatan anak (gizi, ASI eksklusif, sanitasi, narkoba, rokok, dan lain-lain).

Perlindungan

Ketua Komisi Perlindungan Anak (KPAI) Susanto sepakat jika perlindungan anak Indonesia harus menjadi gerakan bersama, menyusul maraknya kejahatan terhadap anak-anak akhir-akhir ini. Selain kekerasan fisik, psikis, dan seksual, anak-anak menjadi korban kejahatan siber, narkoba, dan radikalisme.

“Hari Anak Sedunia harus jadi momentum menggelorakan perbaikan dan pemajuan penyelenggaraan perlindungan anak agar jaminan tumbuh kembang anak terwujud dengan baik. Negara tak boleh kalah dengan pelaku kejahatan anak,” ujar Susanto.

Sementara itu, sebagai wujud komitmen dalam pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pemerintah memberikan penghargaan kepada para kepala daerah, pegiat, dan tokoh masyarakat atas komitmen, dedikasi, serta sumbangsih dalam melaksanakan program PAUD.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ibu Negara, Iriana Joko Widodo, didampingi oleh Ny Mufida Jusuf Kalla, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Ketua Umum Organisasi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE) Erni Guntarto Tjahjo Kumolo.

“Anak usia dini merupakan calon penerus generasi bangsa sehingga perlu diperhatikan oleh para kepala daerah dan pegiat PAUD secara total kebutuhan tumbuh kembangnya untuk menjadi sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia untuk anak Indonesia,” ujar Iriana saat memberikan penghargaan, di Kota Tangerang, Banten, Senin.

Ibu Negara berharap, semua pemangku kepentingan pendidikan dapat segera mewujudkan PAUD bermutu universal.

Sebab, pendidikan yang dimulai sejak dini ini merupakan kunci keberhasilan masa depan anak bangsa.

(SON/DIA/IDO/WER/DIT/*)

Sumber : https://kompas.id/baca/dikbud/2017/11/21/jamin-tumbuh-kembang-anak/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *