Festival Teater Jakarta 2017, Kurangnya Perhatian Pemprov DKI Jadi Sorotan

JAKARTA – Festival Teater Jakarta (FTJ) 2017 resmi berakhir pada Selasa (21/11/2017) malam. Gelaran bertajuk Era Para Bintang tersebut diakhiri dengan penganugerahan penghargaan kepada para peserta FTJ 2017.

Sebanyak 16 kelompok teater dari berbagai penjuru Ibu Kota telah tampil selama rentang waktu 9 sampai 16 November 2017. Usai penampilan, mereka bersaing di meja penjurian untuk memenangkan 11 kategori yang diperlombakan. Kategori yang dimaksud di antaranya adalah Gagasan Terbaik, Aktor Terbaik, Aktris Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Kelompok Teater Terbaik.

Salah satu kelompok teater yang mencuri perhatian selama helatan ini adalah kelompok Teater eL Na’ma. Dan benar saja berkat penampilan apik mereka, tiga gelar berhasil mereka dapatkan. Ketiga penghargaan yang dimaksud adalah Sutradara Terbaik, Penata Artistik Terbaik, dan kelompok Terbaik FTJ 2017.

Kemenangan ini menjadi kemenangan ketiga kelompok teater tersebut dalam keikutsertaan mereka dalam FTJ. Mereka terakhir kali mengangkat piala kelompok teater terbaik pada 2009 lalu. Artinya, kemenangan ini menjadi langkah awal mereka untuk menjadi senior di FTJ. Mereka harus kembali menang dua kali di ajang ini dalam lima tahun ke depan guna mendapat titel tersebut.

Penutupan FTJ 2017 sendiri dimulai dengan penampilan kolaborasi antara teater Miss Tjitjih dan Stage Corner Community. Mereka menampilkan teater berjudul Menembus Dinding Belakang. Selama pementasan mereka menampilkan eksplorasi teknik lawas yang dulu dilakukan Miss Tjitjih di masa perang bintang pada era 1930-an.

Ketua Dewan Kesenian Jakarta Irawan Karseno yang memberi pidato dalam pembukaan gelaran ini mengatakan mereka berharap pemerintah akan memberi dukungan yang lebih baik di tahun mendatang.

Meski tidak menyebut berapa besaran pembiayaan yang didapat tahun ini, Irawan secara tersirat menyinggung soal melemahnya bantuan pemerintah provinsi dalam ajang ini.

“Kepada pemerintah, FTJ ini jangan sampai hilang Pak. Karena teater adalah ibu dari ekonomi kreatif. Kesenian jangan sampai mati,” katanya.

Memang, banyak pihak yang menyayangkan kualitas dari penyelenggaraan tahun ini. Sungguh disayangkan bagaimana lemahnya dukungan pemerintah membuat gelaran ini tampak tak profesional dan terkesan terburu-buru dalam pelaksanaannya.

Editor : Nancy Junita
Sumber : http://lifestyle.bisnis.com/read/20171122/230/711464/festival-teater-jakarta-2017-kurangnya-perhatian-pemprov-dki-jadi-sorotan?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *