Anggaran Rp. 855 Miliar Susu Bersubsidi Rawan Dipolitisasi

Dikaitkan dengan Program Revolusi Putih Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto

Jakarta. Alokasi Anggaran subdisi susu Rp 855 Miliar di Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta Tahun 2018 menuai Kontroversi politis. Soalnya, program itu dikaitkan dengan kampanye “Revolusi Putih” yang tengah digencarkan Ketu, Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Kapala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) DKI jakarta, Darjamuni, membenarkan adanya anggaran Rp. 855 Miliar tersebut. Namun, anggaran itu tidak hanya untuk susu melainkan ada juga produk lainnya seperti ikan beku. “Kami sudah menganggarkan itu pada RAPBD 2018” ungkapnya, Jum’at (24/11).

Menurut Darjamuni, anggaran senilai itu akan dibagikan kepada 700 ribu warga. “Penerima bukan hanya pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Tapi penghuni rusun, lansia, buruh yang UMP, dan disabilitas. Dataya sedang kami Collect semua. Insha Allah kami bisa mulai di bulan Januari 2018″ terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sandiaga Uno menolak bila program susu bersubsidi itu dengan label program Revolusi Putih. Lantaran khawatir program itu berbau politikmengingat Revolusi Putih digagas oleh Ketua Umum Partai Gerindra.

“Kalau ngomong bilangnya label Revolusi Putih itu nanti diartikan bahwa ini karena Pak Prabowo. Dan Karena Pak Prabowo itu semua politis gitu. Saya Enggak mau” Ujar Sandiaga.

Makanan Bergizi

Meski begitu, Sandiaga mengakui bila Prabowo pernah membicarakan program Revolusi Putih itu kepada dirinya dan Gubernur Anies Baswedan. Adik Prabowo, Hasjim Djojohadikusumo, juga pernah mengingatkan mereka soal program itu.

Untuk diketahui, Revolusi Putih menjadi salah satu program unggulan Ketua Umum Partai Gerindrs Prabowo Subianto sejak 2009. Program itu kini kembali digaungkan dan diusulkan ke Anies. Dimana setiap warga dijaga kesehatannya melalui pemberian asupan makanan bergizi.

Anies juga pernah menerapkan Revolusi Putih saat dirinya menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Program itu kini hendak dibawa lagi ke Jakarta. Anies pun setuju karena menurutnya Revolusi Putih sesuai dengan slogan “Maju Kotanya, Bahagia Warganya”.

Sementara pada tempat terpisah Menteri Kesehatan Nila F Moeloek merespons ide itu. Ia tak setuju dengan program Revolusi Putih yang digagas Prabowo. Nila menilai, program bagi-bagi susu kepada anak-anak itu tidak akan optimal.

“Saya agak enggak setuju. Susu kalian tahu dari mana? Dari sapi. Cukup enggak sapi kita? 250 juta penduduk mesti dapat dari mana,” kata Nila di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurut Nila, mencukupi gizi anak-anak di Indonesia tidak harus melalui susu. Ada makanan lain yang memiliki gizi sama dengan susu, tetapi pasokannya jauh lebih berlimpah untuk mencukupi kebutuhan seluruh anak di Indonesia. Makanan tersebut tidak lain adalah ikan.

“Kalau Pak Prabowo bilang protein, ya kami mendorong. Makan protein itu dari ikan begitu banyak kok,” kata Nila.

Sumber : Koran Pos Kota

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *