MASYARAKAT SENI BUDAYA HARUS MENGAWAL DAN MEYEBARLUASKAN PANCASILA

Minggu, 26 November 2017 |

Perlu konsep pembangunan kebudayaan nasional untuk melestarikan kebudayaan Indonesia yang berbasis pada kepribadian asli Indonesia. Dalam kaitan itulah MPR menjadikan seni budaya tradisional seperti wayang kulit sebagai salah satu metode Sosialisasi MPR RI RI (Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara) untuk menyampaikan nilai-nilai luhur serta meyebarluaskan Pancasila kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Sabtu malam (25/11/2017), Sekretariat Jenderal MPR RI menyelenggarakan pagelaran seni budaya wayang kulit di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pagelaran ini ditonton oleh ratusan masyarakat yang datang beramai-ramai dari berbagai daerah Malang dan sekitarnya untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit bersama dalang Ki Ardhi Purboantono yang menampilkan lakon “Wahyu Mangkuthoromo”

Pagelaran wayang kulit itu dibuka oleh Ketua Badan Sosialisasi MPR RI: Dr. Ahmad Basarah ditandai dengan penyerahan tokoh wayang  kepada Ki Ardhi Purboantono. Turut hadir pada pagelaran tersebut Kepala Biro Humas Setjen. MPR RI Siti Fauziah SE, MM., Kepala Bagian Pemberitaan Setjen, MPR: Muhamad Jaya, S.IP., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Malang: Drs.Haris Sasongko, Ketua DPRD Kota Malang: Drs. Abdul Hakim, dan para Kepala Desa dari Kecamatan Tumpang, Kapolsek dan para Muspika Kecamatan Tumpang.

Dr. Ahmad Basarah yang mewakili Pimpinan MPR RI dalam sambutannya antara lain mengatakan bangsa Indonesia, pasca reformasi mulai meminggirkan Pancasila dengan menghilangkan P4, BP7 hingga mata pelajaran PMP disekolah-sekolah dihapus karena dituding sebagai alat kekuasaan Orde Baru.  Proses tersebut kini turut diperparah oleh masuknya ideologi fundamentalisme pasar dan agama yang  beroperasi secara agresif di tengah masyarakat kita saat ini.

Basarah melanjutkan, masuknya ideologi asing tersebut membuat bangsa Indonesia mengalami serangan politik adu domba sebagai satu strategi memuluskan ideologi asing untuk masuk. Tujuannya, agar bangsa Indonesia meminggirkan dan mengganti Ideologi Pancasila dengan ideologi lain. Kampanye propaganda liberalisme dan radikalisme kini memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dengan sasaran para generasi muda. Bahkan, lingkungan masyarakat  luas kini menjadi target bagi bersemainya bibit-bibit paham radikalisme, komunisme, lndividualisme dan liberalisme seperti fenomena deklarasi khilafah, LGBT, gaya hidup bebas, penyebaran kebencian, narkoba dan lain-lain, tuturnya.

“Untuk itulah, MPR menyosialisasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR ke seluruh penjuru Indonesia melalui seni budaya dengan tujuan agar bangsa Indonesia memiliki daya tahan ideologis menghadapi masuknya ideologi-ideologi asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia” sambung ketua badan sosialisasi MPR RI ini.

Seni budaya asli Indonesia, sudah seharusnya menjadi solusi dalam menjawab tantangan zaman.  Masyarakat seni budaya harus berada di garda terdepan  mengawal, mengamankan dan menyebarluaskan ideologi Pancasila ke seluruh rakyat Indonesia.  “Berada di depan, mencegah paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila agar tidak masuk ke lingkungan masyarakat. Sehingga, generasi muda bangsa ini adalah generasi-generasi yang nasionalis, patriotik dan berjiwa Pancasila”, pungkas Basarah.

Sebelum ketua Badan Sosialisasi MPR Ahmad Basarah menyampaikan sambutan, terlebih dulu Kepala Biro Humas Setjen. MPR RI Siti Fauziah SE, MM. sebagai panitia pelaksana dalam laporanya menyampaikan, sosialisasi melalui seni budaya merupakan salah satu dari berbagai metode yang sudah dilaksanakan Sekretariat MPR RI. Sosialisasi Empat Pilar sudah dilakukan dengan berbagai metode, seperti ToT, FGD, LCC, outbound, seminar, dan diskusi. “Tidak hanya wayang, budaya nusantara sangat variatif. Saat MPR melakukan sosialisasi melalui metode ini akan disesuaikan dengan budaya masing-masing daerah,” jelasnya.

Selanjutnya, Ketua DPRD Kabupaten Malang Drs. Hari Sasongko dalam sambutannya mengharapkan sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini harus terus digelorakan untuk mempertahankan NKRI, serta pesan-pesan Empat Pilar MPR RI dapat tersampaikan ke masyarakat melalui pagelaran seni budaya. Selain itu, melalui metode sosialisasi ini kita bisa menjaga kebhinnekaan sehingga tidak hanya sebagai tontonan tapi juga dapat dituangkan pada kehidupan sehari-hari, ujarnya.

Sumber : Kompas.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *