Berdayakan Pemuda dan Budayakan Olahraga

TIDAK terasa 2017 segera berakhir. Kementerian Pemuda dan Olahraga melakukan sejumlah kegiatan program kepemudaan dan olahraga, di antaranya pemberdayaan dan pengembangan pemuda, serta pembudayaan dan peningkatan olahraga. Selain itu, pada 2018, dunia olahraga Tanah Air akan disibukkan dengan penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang. Untuk mengetahui evaluasi 2017 program Kemenpora dan persiapan Asian Games 2018, Budi Ernanto dari Media Indonesia mewawancarai Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Berikut kutipannya:

Program apa yang oleh Kemenpora bisa dikatakan sukses setahun ini?

Publik bisa menilai apakah kami sudah bisa terjemahkan Nawa Cita Presiden Jokowi. Apakah kami juga sudah mampu terjemahkan Trisakti. Kami sudah berusaha sekuat tenaga agar setiap daerah digerakkan semangat berolahraga dan difasilitasi keinginan anak muda untuk bisa jadi orang hebat di dunia usaha dan dunia olahraga. Semoga pada 2018, digalakkan lagi di seluruh wilayah Indonesia. Karenanya, sebelum ada 20 juta anak muda yang sukses menjadi wirausahawan, jangan bicara apa pun. Kami akan terus dorong agar jumlah itu bisa direalisasikan di masa mendatang, setidaknya sebelum 2030.

Inovasi yang sudah dilakukan dalam hal kepemudaan?

Pertama, kami kirimkan 1.500 anak muda untuk menjadi pelopor penggerak dan perubahan di desa-desa, termasuk gerakan anak desa untuk gemar olahraga, itu masih di 10 provinsi. Kami juga latih 35 ribu anak muda untuk bantu Badan Narkotika Nasional dalam rangka perang melawan bandar dan pengedar. Kemudian, kami beri satu ruang untuk musisi indi yang biasanya tidak dilirik rumah produksi, kami masukkan ke program Kirab Pemuda Nusantara.

Inovasi dalam hal keolahragaan?

Kami ingin (Program) Gala Desa jadi role model di 100 kabupaten/kota. Gala Desa sudah dimulai pada Mei lalu di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Dari Gala Desa, dimaksudkan agar semangat olahraga harus dimulai dari level paling bawah, dari anak muda. Ada juga

Gowes Pesona Nusantara, kami gerakkan masyarakat untuk rajin bersepeda. Apalagi masyarakat Indonesia dikenal sebagai orang yang malas bergerak. Kemenpora pun bersama komunitas bersepeda deklarasikan 19 November sebagai Hari Bersepeda Nasional.

Setiap tahun ada Hari Olahraga Nasional, apa yang istimewa di tahun ini?

Semua harus tahu bahwa kini pemerintah provinsi dan kabupaten/kota termotivasi untuk fokus anggaran ke sektor olahraga baik itu pemassalan maupun prestasi. Karena itu, beri penghargaan ke mereka. Kami juga beri penghargaan kepada media dan insan olahraga yang beri perhatian penuh ke sektor olahraga.

Tahun ini hanya tersisa satu bulan, apa tugas Kemenpora yang belum dilaksanakan?

Kami sekarang sibuk mempersiapkan penyelenggaraan Asian Games 2018. Semakin sibuk karena ada peralihan tugas dari Satlak Prima ke Kemenpora dan pengurus cabang olahraga (cabor). Kami harus mempercepat penyerapan anggaran dari target 97% setidaknya menjadi 85%. Panitia penyelenggara Asian Games dan Asian Para Games juga kami minta serius untuk mempersiapkan dua acara itu dengan cara mempercepat penyerapan anggaran. Pemusatan pelatihan nasional sudah dimulai sejak berakhirnya SEA Games dan akan berlanjut ke tahun depan dengan memakai anggaran 2018.

Apa yang dilakukan Kemenpora mempersiapkan Asian Games?

Koordinasi dengan cabor terkait dengan target prestasi dan medali agar tidak sematamata itu. Jadi, bukan sekadar target dan kami harus kawal nomor pertandingan yang jadi potensi perolehan medali. Beban target itu tidak hanya jadi kewajiban pemerintah, tetapi juga KONI dan cabor sejak sekarang, sehingga jika target meleset, itu jadi tanggung jawab bersama. Indonesia diharapkan bisa masuk urutan 10 besar. Target medali pada Juni 2018 baru bisa saya umumkan.

Selain Asian Games, sekarang Kemenpora sedang fokus apa?

Pembudayaan dan pemassalan olahraga. Tidak ada prestasi tanpa partisipasi. Itu dimulai di level paling rendah, yaitu keluarga, desa, dan masyarakat. Dari situ kami akan lihat talenta muda, dengan cara lakukan tes uji coba, rekrutmen, sampai masukkan mereka ke PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) dan SKO (Sekolah Olahraga) sampai dilirik oleh klub atau cabor untuk dipromosikan supaya bisa ikut di ajang olahraga nasional dan internasional. Kemenpora tentu bertanggung jawab terhadap sistem keolahragaan nasional, karena itu kami harus dorong dan dukung siapa pun untuk memajukan prestasi olahraga nasional.

Sumber : http://mediaindonesia.com/news/read/134971/berdayakan-pemuda-dan-budayakan-olahraga/2017-12-04

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *