Sandi Tegaskan Tidak Pernah Janji Berikan Modal OK OCE

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan janji permodalan untuk program OK OCE. Sandiaga juga mengatakan bahwa ada dana Rp 150 miliar di koperasi yang tidak tersalurkan dengan baik.

“Ya tentunya kita harus berikan sosialisasi yang jelas (soal permodalan OK OCE), karena pemerintah pernah melakukan kesalahan sebelumnya jangan diulangi lagi,” ujar Sandi, Minggu (17/12).

Kesalahan yang dimaksud Sandi adalah pengelolaan dana koperasi yang tidak tersalurkan. Menurutnya, kesalahan pengelolaan koperasi terjadi sejak 20-30 tahun yang lalu.

“Akhirnya menumpuk dan sekarang salah satu penghambat dari WTP itu adalah sekitar Rp 150 miliar lebih yang ada di Dinas UMKM dan perdagangan itu yang harus bisa diselesaikan,” kata Sandi.

Sandi juga mengatakan, program OK-OCE sejak awal merupakan pemberian akses terhadap permodalan usaha masyarakat. Sebab, katanya, pemerintah tidak bisa memberikan janji permodalan karena pemerintah memiliki lembaganya sendiri.

Kayak di UMKM ini ada LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) mereka memiliki kapasitas memberikan pelatihan, akses terhadap permodalan. Kita di Pemprov hanya menempatkan diri menjadi fasilitator saja,” terangnya.

Ia memastikan, program OK OCE akan memberikan akses kemudahan usaha, lahan usaha, pelatihan dan pendampingan, inkubasi, dan inovasi bagi masyarakat. Saat ini, pihaknya masih menyiapkan sumber daya manusia untuk bisa menyelenggarakannya.

“Sekarang selama persiapan sosialisasi sudah 25.000 yang ikut. Di dua bulan terakhir sejak launching, sudah 2.700 yang mengikuti pelatihan. Kami harap akan terus bertambah angkanya dan lebih menggerakan lapangan pekerjaan, bisa tercipta lapangan kerja yang baru dan berkualitas,” terangnya

Pernyataan Sandi ini juga sekaligus mengklarifikasi maksud dari spanduk kampanye Anies-Sandi yang menyebutkan, “Ayo bergerak ambil kesempatan. “Dimodalin punya bisnis! Disediain tempat usaha! Dicariin Pembeli! Coblos nomor 3.”

Spanduk tersebut sempat disalahartikan oleh masyarakat yang menganggap mereka akan diberikan modal usaha oleh Pemprov DKI. Namun Sandi mengklarifikasi bahwa modal yang diberikan dalam bentuk difasilitasi oleh Bank DKI dan lembaga keuangan lainnya.

Sumber: Suara Pembaruan

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *