Ketidaktahuan akan Status HIV Jadi Kendala

Jakarta, JUMLAH orang dengan HIV/AIDS (ODHA) kian bertambah dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya ialah banyak pengidap HIV tidak mengetahui bahwa mereka telah terinfeksi.

Tanpa mengetahui statusnya sebagai pengidap HIV, mereka menularkan kepada orang lain. Masyarakat, terutama kelompok berisiko, diimbau untuk melakukan tes HIV.

“Semakin dini mengetahui, semakin cepat mendapatkan terapi,” ujar Direktur Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Wiendra Waworuntu , kemarin.

Diakuinya, kendala yang menyulitkan ialah stigma di masyarakat. Sehingga banyak orang enggan melakukan tes HIV. Bahkan, stigma juga kerap membuat ODHA takut berobat.

“Stigma membuat orang takut berobat. Padahal kita ingin mencapai 3 zero pada 2030, yakni tidak ada lagi kasus baru, tidak ada lagi yang meninggal karena AIDS, dan tidak ada lagi stigma terhadap pasien,” kata Wiendra.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan pada 2009-2016, jumlah ODHA semakin meningkat.

Pada kelompok heteroseksual sebanyak 58.846 di 2016 dari 13.727 di 2009. Adapun pada kelompok biseksual dari 141 di 2009 menjadi 491 di 2016, pada kelompok lelaki suka lelaki (LSL) dari 565 menjadi 3.543, penularan ibu ke anak 2.587 dari 543, penerima tranfusi darah dari 67 menjadi 222, dan pengguna jarum suntik dari 6.057 menjadi 9.080.

“Kalau kita lihat epidemi HIV/AIDS secara global, Indonesia termasuk cukup banyak kasusnya. Bahkan saat ini mengalami pergeseran, kecenderungan prevalensi tinggi pada ibu rumah tangga yang bukan populasi kunci. Ada juga peningkatan pre valensi pada kelompok LSL,” tutur Wiendra.

Secara kumulatif, jumlah kasus HIV di Indonesia pada Desember 2016 sebanyak 232.323 kasus dan untuk AIDS berjumlah 86.725. Dikatakan Wiendra, salah satu upaya pengendalian HIV yakni melalui pemberian terapi antiretroviral virus (ARV) untuk menekan jumlah virus dalam tubuh ODHA. (Ind/H-3)

Sumber : http://mediaindonesia.com/news/read/138797/ketidaktahuan-akan-status-hiv-jadi-kendala/2018-01-02

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *