Netanyahu dan Trump Dukung Demo Anti-Pemerintah di Iran

Netanyahu dan Trump Dukung Demo Anti-Pemerintah di IranPM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump mendukung demo anti-pemerintah di Iran. (AFP PHOTO / STR)

Jakarta, CNN Indonesia — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji aksi protes anti-pemerintah yang tengah berlangsung di Iran sejak Kamis (28/12). Demo yang sejauh ini telah menewaskan 13 orang itu merupakan aksi terbesar sejak Revolusi Hijau 2009 lalu yang menentang rezim Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

“Saya harap warga Iran bisa sukses mencari kebebasan,” ucap Netanyahu dalam sebuah video yang diunggah dalam akun Facebook, Selasa (2/1).

“Masyarakat Iran yang berani tengah turun ke jalan untuk mencari kebebasan dasar dan keadilan, yang telah dibungkam selama beberapa dekade. Rezim kejam Iran telah menghabiskan puluhan miliar dolar untuk menyebarkan kebencian,” lanjutnya.

Dalam rekaman tersebut, Natanyahu membantah tudingan Presiden Hassan Rouhani yang menuduh Israel berada di balik demonstrasi itu. Ia menyebut tuduhan itu tidak hanya keliru, tapi juga “menggelikan”.

Dia juga menyerukan negara Barat agar turut mengutuk upaya pemerintah Iran yang ingin membungkam para pemrotes itu dengan memblokir sejumlah media sosial seperti Telegram dan Instagram.

Sebab, media sosial menjadi salah satu sumber utama para pengunjuk rasa untuk menyebarkan informasi, seperti gambar dan video, terkait demonstrasi karena minimnya akses media independen untuk meliput kejadian tersebut.

“Sayangnya banyak negara di Eropa yang hanya menonton dalam keheningan di saat pemuda Iran yang heroik dipukuli di jalanan. Ini tidak benar. Dan saya tidak akan tinggal diam,” kata Netanyahu.

Ribuan massa turun ke jalan di beberapa kota seperti Teheran, Kermansyah, Sari, dan Rasht, sejak beberapa hari terakhir sebagai bentuk protes kenaikan harga barang serta dugaan korupsi yang meluas di Iran.

Para pemrotes juga meluapkan kekhawatiran mereka terhadap keterlibatan Iran dalam konflik di Timur Tengah, seperti di Suriah dan Irak.

Bentrok antara demonstran dan aparat dilaporkan tidak terelakkan di beberapa wilayah. Menurut sejumlah pejabat Iran, ratusan orang telah ditangkap dan beberapa fasilitas publik turut hancur selama aksi berlangsung.

Selain Netanyahu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengungkapkan dukunganya terhadap protes di Iran. Trump, melalui kicauannya di Twitter, juga menyerukan perubahan dalam sistem pemerintahan Iran yang dinilainya sarat dengan tindakan represif dan korupsi. Baik AS maupun Israel adalah musuh bebuyutan Iran.

Di sisi lain, Rusia menyebut aksi protes di Iran adalah murni masalah internal negara tersebut.

The Iranian regime tries desperately to sow hate between Iranians and Israelis. They won’t succeed. When this regime finally falls – and one day it will – Iranians and Israelis will be great friends once again. I wish the Iranian people success in their noble quest for freedom.


Sebagaimana dikutip Reuters, Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan intervensi eksternal dalam demo anti-pemerintah di Iran tidak dapat dibiarkan. Moskow berharap demonstrasi “tidak akan berkembang menjadi skenario pertumpahan darah dan kekerasan.”

Sementara itu, Inggris melalui Menteri Luar Negeri Boris Johnson menyerukan pemerintah Iran bisa meredakan protes dengan menyelesaikan isu-isu penting yang dituntut para pendemo.

Melalui Facebook, Johnson meminta aparat Iran memberikan kebebasan berekspresi dan melakukan aksi demonstrasi secara damai. Hingga Senin (1/1), demo anti-pemerintah di Iran telah berlangsung selama lima hari berturut-turut. (nat/nat)

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180102100728-120-266025/netanyahu-dan-trump-dukung-demo-anti-pemerintah-di-iran/?utm_source=twitter&utm_campaign=cmssocmed&utm_medium=oa

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *