Oknum Anggota FPI Bekasi Jadi Tersangka Persekusi

Bekasi -‎ Polrestro Bekasi Kota akhirnya menetapkan satu anggota Front Pembela Islam (FPI) sebagai tersangka persekusi dan pengrusakan terhadap toko obat. Tersangka berinisial BG merupakan salah satu pengurus FPI di Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi.

Polisi menetapkan BG sebagai tersangka karena melakukan pencarian paksa dan pengrusakan di Toko Obat Akbar yang beralamat di Jalan Raya Jatibening II, RT 06/RW 02, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, pada Rabu (27/12) lalu.

Saat itu, puluhan anggota FPI menggeledah Toko Obat Akbar tanpa melibatkan anggota kepolisian. Mereka memaksa masuk ke dalam toko obat yang sedang dijaga oleh MA.

“Mereka masuk ke dalam toko dan mencari obat yang masuk daftar obat keras,” ujar Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, Senin (1/1) malam.

Obat-obat yang dianggap telah masuk Daftar G itu, kemudian dimasukkan BG ke dalam ember berisi air sehingga obat-obatan menjadi larut. Tak hanya itu, kemudian BG dan kelompoknya memaksa penjaga dan pemilik toko obat untuk menandatangani surat pernyataan bermaterai.

Tak lama, anggota Polsek Pondokgede mendatangi ke Toko Obat Akbar dan mencegah hal-hal yang lebih buruk lagi.

“Anggota kita mengamankan dan mencegah terjadinya hal-hal yang lebih buruk lagi. Kita kemudian membawa barang bukti dan mangamankan belasan anggota Ormas un‎tuk dimintai keterangannya,” tuturnya.

Dari sembilan orang yang dimintai keterangannya, kemudian polisi menetapkan satu tersangka. Sebelumnya, jajaran Polrestro Bekasi Kota juga telah melakukan gelar perkara sehingga disimpulkan terjadi tindak pidana yakni pengerusakan dan memaksakan kehendaknya sehingga melawan hukum.

Saat ini, tersangka BG telah ditahan di Mapolda Metro Jaya. Selain anggota FPI, polisi juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, penjaga toko berinisial LW dan pemilik toko berinisial MA.

LW dan MA ditetapkan sebagai tersangka karena menjual obat keras tanpa resep dokter dan menjual obat yang sudah kedaluarsa. Tersangka LW dititipkan ke Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur, karena statusnya sebagai ibu rumah tangga sedangkan tersangka MA, ditahan di sel Mapolrestro Bekasi Kota.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan pihaknya belum memberikan penangguhan penahanan kepada BG seperti yang telah diajukan oleh kuasa hukumnya.

Sumber: Suara Pembaruan

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *