Sejumlah Partai Ubah Dukungan

Jakarta, Sejumlah partai politik memutuskan mengalihkan dukungannya di Pilkada 2018 yang digelar di 171 daerah. Di saat yang sama, meski pendaftaran pasangan calon sudah akan dibuka pada Senin (8/1), beberapa partai belum mengumumkan pasangan calon yang mereka usung.

Perubahan dukungan ini antara lain dilakukan Partai Golkar dan Partai Nasdem di Pilkada Sumatera Utara. Sebelumnya, kedua partai ini mendukung petahana Tengku Erry Nuradi. Namun, pada Jumat (5/1) di Jakarta, mereka secara resmi mengumumkan mendukung pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah. Sebelumnya, pasangan ini telah didukung oleh Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Edy mengatakan akan menggunakan dukungan partai dan relawan untuk memenangi pilkada. “Saya akan gunakan partai-partai ini, kursi-kursi dengan simpul massa ini. Kedua, para relawan dan pemuda yang akan segera dipetakan dalam waktu dekat,” ujarnya di Kantor DPP Partai Nasdem, kemarin.

Sebelum ke DPP Partai Nasdem, kemarin Edy ke DPP Partai Golkar untuk menerima surat dukungan dari partai itu.

Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu I Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan, perubahan dukungan itu merupakan hal yang biasa. “Pak Edy punya hubungan historis dengan Golkar,” katanya.

Perubahan dukungan juga dilakukan Golkar untuk Pilkada Jawa Barat. Awalnya, partai itu mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Namun, kemarin, mereka mengumumkan mengusung pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Pasangan ini juga didukung Partai Demokrat.

Di Jawa Barat, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi akan berkompetisi antara lain dengan pasangan Sudrajat-Muhammad Syaikhu yang diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN.

Untuk Pilkada Jawa Tengah, Nusron memberi sinyal Golkar akan berkoalisi dengan PDI-P dan menyodorkan nama untuk dijadikan calon wakil gubernur. Saat ini, Golkar sedang mempertimbangkan beberapa nama, seperti Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Budi Waseso serta anggota DPR, Firman Soebagyo dan Noor Achmad. PDI-P menurut rencana akan mengumumkan calon yang akan diusung di Pilkada Jawa Tengah pada Minggu.

Dipertahankan

Terkait Pilkada Jawa Timur, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya tetap mempertahankan Abdullah Azwar Anas untuk mendampingi Saifullah Yusuf sebagai calon wakil gubernur dalam Pilkada Jawa Timur 2018. Namun, situasi ini bisa berubah dalam beberapa hari ke depan apabila ada perkembangan yang dinilai darurat.

Penegasan itu dilakukan setelah ada kabar bahwa Anas menyatakan mundur sebagai calon wakil gubernur akibat beredarnya foto tidak pantas yang diduga terkait dirinya.

“Tak ada yang mengundurkan diri, semuanya tetap berproses guna melakukan konsolidasi. Foto itu harus diuji dan dicek terlebih dulu,” kata Hasto, kemarin.

Apabila Anas terbukti ada dalam foto itu, Hasto menilai posisi Anas sebagai korban penyebaran foto ini harus dipertimbangkan.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menegaskan, partainya tetap bersama dengan PDI-P di Pilkada Jawa Timur. PKB menyerahkan sepenuhnya posisi wakil gubernur untuk pendamping Saifullah kepada PDI-P. “Untuk wakil gubernur, saya tidak boleh beropini. Yang terpenting, saya sudah bertemu Ibu Mega, bertemu para kiai. Kami tetap bersama, berkonsolidasi,” ujarnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan, dirinya sudah menyatakan penolakan untuk menggantikan posisi Anas sebagai bakal calon wakil gubernur dalam pertemuan di kediaman Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri pada Kamis lalu. Turut hadir dalam pertemuan itu, Muhaimin Iskandar dan Hasto Kristiyanto. “Sejak awal saya tidak mau maju dalam Pilgub Jatim,” katanya.

Azwar Anas kemarin tak tampak beraktivitas di kompleks kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi. Melalui stafnya, Anas menyebarkan rilis tertulis yang intinya adalah ada sejumlah upaya pembunuhan karakter terhadap dirinya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Barat Yayat Hidayat meminta semua calon peserta pilkada segera menyiapkan dan memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk mendaftarkan diri.

Persyaratan yang mutlak harus dipenuhi adalah surat rekomendasi pencalonan dari partai politik. Selain itu, juga ada surat pernyataan kesetiaan kepada Pancasila, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan surat pernyataan tidak memiliki utang finansial pribadi yang kelak bisa merugikan negara.

(AGE/D12/D17/ETA/SYA/BRO/GER/HRS/DIT/EGI/BKY/REN/NDY)

Sumber : https://kompas.id/baca/polhuk/politik/2018/01/06/sejumlah-partaiubah-dukungan/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *