Pemanfaatan Dana Dipastikan untuk Pendidikan

Jakarta, Pemanfaatan dana Program Indonesia Pintar untuk memastikan penerima menikmati layanan pendidikan bakal dievaluasi. Pemanfaatan dana yang diberikan lewat Kartu Indonesia Pintar harus betul-betul untuk keperluan sekolah.

Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan Alpha Amirrachman, di Jakarta, beberapa waktu lalu, mengatakan, untuk memastikan dana Program Indonesia Pintar (PIP) betul-betul digunakan untuk keperluan sekolah, pada ATM KIP (Kartu Indonesia Pintar) direncanakan ada sistem wallet.

Dengan demikian, sebagian uang yang diterima peserta didik penerima dana PIP hanya bisa digunakan untuk membeli keperluan sekolah di koperasi sekolah. Uji coba sistem ini sudah dilakukan di Yogyakarta.

Selain itu, kata Alpha, akan dilihat dan dipastikan bahwa PIP betul-betul berhasil menahan siswa dari keluarga tidak mampu agar tidak putus sekolah. Adapun anak tidak sekolah harus bisa ke sekolah formal ataupun nonformal.

”PIP juga akan dilihat dampaknya pada peningkatan angka partisipasi kasar ataupun murni serta mutu pendidikan,” kata Alpha.

Pada tahun 2017, KIP ditargetkan untuk 17,9 juta anak usia 6-21 tahun. Penerima mencakup anak dari keluarga tidak mampu yang ada di sekolah dan anak yang tidak sekolah.

”Mendorong anak tidak sekolah yang umumnya usia SMA untuk kembali ke sekolah formal tidak mudah. Umumnya (mereka) merasa malu. Kita dorong supaya mereka bisa ikut pendidikan nonformal, seperti pendidikan kesetaraan atau pelatihan/kursus,” ujar Alpha.

PIP ini merupakan bagian dari penyempurnaan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Program ini dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan nonformal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar).

Adapun besaran dananya, peserta didik penerima dana PIP untuk tingkat SD/MI/Paket A mendapatkan Rp 450.000 per tahun, tingkat SMP/MTs/Paket B mendapatkan Rp 750.000 per tahun, dan tingkat SMA/SMK/ MA/Paket C mendapatkan Rp 1 juta per tahun.

Secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, dana yang diberikan dalam bentuk tabungan yang diberi nama Simpanan Pelajar. Hal ini untuk mengedukasi sejak dini agar siswa melek finansial.

Pendidikan luar sekolah

Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, Nailul Faruq, mengatakan, untuk mendorong anak tidak sekolah mendapat pendidikan hingga setara SMA/SMK jangan hanya mengandalkan sekolah formal. Pendidikan di luar sekolah
harus disediakan sebagai alternatif.

”Namun, pendidikan di luar sekolah belum menjadi perhatian pemerintah daerah. Dengan adanya PIP, pendidikan nonformal yang baik dan berkualitas harus disediakan,” kata Nailul. (eln)

Sumber : https://kompas.id/baca/dikbud/2018/01/08/pemanfaatan-dana-dipastikan-untuk-pendidikan/

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *