Uji Coba Dilakukan Pekan Depan

Jakarta, Sepekan jelang uji coba integrasi angkutan umum One Karcis One Trip, angkutan umum rakyat belum siap berintegrasi dengan PT Transportasi Jakarta karena masalah syarat keuangan. Integrasi angkutan perkotaan dengan armada transjakarta jadi kunci terlaksananya program OK OTrip.

Program ini membuat warga Jakarta melakukan perjalanan dengan tarif Rp 5.000 dari titik awal ke titik akhir. Penumpang cukup membeli kartu agar bisa melakukan perjalanan itu.

Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengatakan, syarat keuangan yang dinilai memberatkan adalah jumlah jaminan pelaksanaan dan jaminan operasional, seperti disyaratkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Untuk total jaminan operasional saja dibutuhkan Rp 2,376 miliar untuk tiga bulan. Tersedianya dana ini perlu diperlihatkan kepada PT Transportasi Jakarta sebelum angkutan perkotaan dapat terintegrasi dengan bus transjakarta. Untuk satu unit saja dibutuhkan jaminan operasional Rp 34 juta.

Untuk empat rute uji coba OK OTrip, tujuh koperasi diikutkan. ”Tak satu pun wadah usaha bus kecil sanggup memenuhi. Sampai sekarang tidak satu pun bisa kontrak dengan PT Transportasi Jakarta,” katanya seusai rapat di Organda DKI Jakarta terkait kesiapan pelaksanaan OK OTrip di Jakarta, Senin (8/1).

Saat ini belum satu pun wadah angkutan perkotaan bus kecil (mikrolet) di empat rute percontohan OK OTrip bisa memenuhi syarat itu. Untuk mengatasinya, kata Shafruhan, perlu ada kebijakan khusus kepala daerah.

Ia menyatakan, dengan kondisi seperti sekarang, program OK OTrip terkesan sangat dipaksakan tanpa melihat kondisi wadah angkutan perkotaan saat ini.

Di tempat terpisah, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono menjelaskan, sejak program OK OTrip diluncurkan 22 Desember 2017, manajemen Transjakarta terus bersiap. Saat ini, 69 unit angkutan umum dari enam operator akan bergabung. ”Besok (hari ini) akan ada pemilihan kendaraan untuk bisa dipasangi peralatan atau mesin tap in,” ujar Budi.

Wibowo, Kepala Humas PT Transjakarta, mengatakan, sejak 22 Desember 2017, PT Transjakarta menyiapkan 5.000 kartu OK OTrip. Per 7 Januari, sebanyak 1.230 kartu sudah terjual.

Keputusan Mahkamah Agung

Terkait transportasi, Mahkamah Agung membatalkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 195 Tahun 2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor yang melarang sepeda motor melintas di Jalan Sudirman-MH Thamrin. Biro Hukum Pemerintah Provinsi DKI mengundang Dishub DKI dan Dirlantas Polda Metro Jaya untuk rapat dan menyikapi keputusan itu, Rabu.

Gubernur DKI Anies Baswedan menilai keputusan MA itu sebagai kabar baik. Pemprov masih akan membahas kapan sepeda motor bisa lewat di jalur tersebut. (HLN/IRE)

Sumber : kompas.id

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *