Presiden Jamin Kesiapan Fasilitas Pendidikan

NTT, Presiden Joko Widodo menetapkan tahun 2018 sebagai periode membangun sistem kompetensi untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul yang kompetitif dalam persaingan global. Alokasi anggaran pendidikan untuk membangun gedung sekolah, asrama pendidikan, peralatan praktikum, serta bantuan biaya kebutuhan sekolah seperti pakaian seragam, sepatu, tas, dan alat tulis disiapkan pemerintah.

ISTIMEWA/ PROTOKOL, PERS, DAN MEDIA SEKRETARIAT PRESIDEN

 

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta rombongan, setelah tiba di Nusa Tenggara Timur, Senin (8/1), langsung menuju SMK Negeri 3, Kota Kupang. Di sekolah itu, Kepala Negara menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 1.148 siswa dari beragam jenjang.

Presiden menyampaikan hal itu dalam penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi 1.015 siswa dan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 512 ibu rumah tangga di kompleks Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/1). Presiden, antara lain, didampingi Ibu Negara Nyonya Iriana Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, dan Bupati Rote Ndao Lens Haning.

Pemerintah menyalurkan dana KIP untuk 17,9 juta anak kurang mampu dengan 1 juta di antaranya merupakan anak-anak yang tinggal di panti asuhan. Setiap siswa SD menerima Rp 450.000 per tahun, siswa SMP Rp 750.000 per tahun, dan siswa SMA Rp 1 juta per tahun. Adapun kartu PKH berisi Rp 1,89 juta per tahun. Seluruh bantuan itu disalurkan secara nontunai untuk menghindari penyalahgunaan dari pihak-pihak lain.

Acara penyerahan KIP dan kartu PKH di SMPN 4 tersebut diiringi hujan lebat yang turun ketika Presiden Jokowi sedang berbicara. Namun, masyarakat tetap duduk menyimak sampai Presiden menghentikan pidato sejenak dan meminta para ibu dan anak-anak yang duduk di tepi tenda bergeser ke tengah agar tidak terkena tempias hujan.

Fokus anggaran

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018 sebesar Rp 2.220,7 triliun, pemerintah terus berupaya mengatasi ketimpangan kesejahteraan. Beberapa fokus adalah pendidikan yang dianggarkan Rp 444,13 triliun, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan Rp 283,7 triliun, kesehatan Rp 111,03 triliun, serta subsidi Rp 156,22 triliun.

Mendikbud Muhadjir mengatakan, pihaknya terus mempercepat pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Gedung SMPN 4 Rote Barat Daya, misalnya, merupakan fasilitas baru yang dibangun pemerintah sejak 2017 sehingga anak-anak setempat tidak perlu lagi berjalan kaki 7 kilometer untuk melanjutkan pendidikan SD. (HAM)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *