Hadirkan Keadilan Sosial

KOMPAS/LASTI KURNIA

Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan pada peringatan HUT Ke-45 PDI-P di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (10/1). Acara yang mengusung tema “Pancasila Penuntun Indonesia Raya” itu dihadiri tokoh-tokoh nasional dan ketua umum sejumlah partai politik.

JAKARTA, — Di tengah pilihan politik yang berbeda-beda, Presiden Joko Widodo mengajak semua elemen bangsa untuk terus menghadirkan Pancasila dan menjaga persatuan Indonesia. Semua pihak mesti terus bekerja meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi ketimpangan, dan menurunkan angka kemiskinan.

”Kita harus menghadirkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia,” kata Presiden dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-45 PDI-P, Rabu (10/1), di Jakarta.

PDI-P (dahulu PDI) didirikan pada 10 Januari 1973 dan merupakan hasil penggabungan dari beberapa partai, yaitu Partai Nasional Indonesia, Partai Musyawarah Rakyat Banyak, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia, Partai Kristen Indonesia, dan Partai Katolik.

Selain Presiden, hadir pula dalam HUT Ke-45 PDI-P, antara lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, sejumlah menteri Kabinet Kerja dan pemimpin lembaga negara, serta beberapa unsur pimpinan partai politik. Hadir juga wakil presiden ke-6, Try Sutrisno, dan wapres ke-11, Boediono.

Dalam acara itu, PDI-P juga mendeklarasikan Gerakan Pasti Indonesia, yaitu gerakan menyelamatkan keanekaragaman hayati Indonesia. Gerakan yang ditandai dengan penyelamatan 45 anggrek endemik Indonesia itu dideklarasikan dengan pemukulan beduk oleh Presiden Jokowi, Kalla, dan Megawati.

Presiden yang mengenakan baju warna merah pada acara itu mengatakan, semangat gotong royong menjadi kunci yang membuat PDI-P tetap solid hingga saat ini. ”Gotong royong yang membuat kita jadi satu dalam rampak barisan. Gotong royonglah yang membuat kita berjuang untuk satu tujuan mulia, gotong royonglah yang membuat kita, PDI-P, akan terus-menerus menjadi wadah perjuangan rakyat Indonesia,” tutur Presiden.

Saat ini, PDI-P masih perlu berjuang ikut menyelesaikan persoalan bangsa, yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang terbebas dari kemiskinan, menjadikannya sebagai negara pemenang, dan mendorong Indonesia berperan dalam kepemimpinan dunia.

”Apakah Saudara siap bergotong royong mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia?” tanya Presiden yang dijawab dengan kata ”siap” oleh kader dan simpatisan PDI-P yang hadir.

Pasca-kebenaran

Megawati berharap semua pihak mewaspadai fenomena pasca-kebenaran yang dilahirkan oleh politisi populis yang pandai memanipulasi emosi massa. Padahal, yang mereka sampaikan hanya kebohongan.

Istilah fenomena pasca-kebenaran menjadi populer setelah Oxford Dictionary menobatkannya menjadi word of the year tahun 2016. Istilah itu terutama mengemuka saat Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa dan Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat.

”Politisi populis menggiring opini publik lewat skenario pembohongan yang direncanakan dengan sistematis,” ujar Megawati.

Fenomena itu dapat diidentifikasi pada perilaku politisi saat kampanye politik. Sang aktor politik mendekati massa dengan gestur dan bahasa yang meyakinkan. Dia mencampuradukkan nilai dan norma dengan opini personal yang tak dapat dipertanggungjawabkan kesahihannya. Kemudian, dia menyelipkan semacam gagasan irasional yang dikemas dengan kesantunan dan gaya bahasa kekinian. Mereka pun tanpa sungkan menyebarkan hoaks berisi propaganda, kebencian, dan permusuhan. ”Pengorganisasian massa pun dapat dilakukan dengan memanfaatkan hoaks. Tujuannya, menciptakan massa yang tidak sadar, massa yang akan mudah digerakkan untuk kepentingan politik apa pun,” ujar Megawati.

Praktik politik itu berpangkal dan berujung pada bagi-bagi kekuasaan dalam politik, yang akhirnya tidak lebih dari persoalan kapital. ”Jika praktik politik seperti itu dibiarkan tumbuh subur, politik tidak akan pernah menjadi jalan pengabdian yang mampu melahirkan keadilan dan kesejahteraan sosial,” katanya.

(NDY/APA)

Sumber : kompas.id

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *