Pekan Depan, Polisi Periksa Ulang Sandiaga

Jakarta, Penyidik Polda Metro Jaya akan memeriksa ulang Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, pada Selasa 30 Januari 2018. Sandiaga akan digali keterangannya terkait kasus dugaan penggelapan tanah di Curug, Tangerang, Banten.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik sudah mempersiapkan surat untuk agenda pemanggilan tersebut.

“Jadi untuk kelanjutan pemeriksaan Pak Sandiaga Uno sebagai saksi rencananya kita agendakan hari Selasa (30 Januari 2018),” kata Argo di Polda Metro Jaya, Rabu 24 Januari 2018.

Argo menjelaskan, agenda tersebut merupakan pemeriksaan lanjutan. Dalam pemeriksaan ini, kapasitas Sandiaga adalah sebagai terlapor. “Kita agendakan untuk dimintai keterangan lanjutan,” ungkap Argo.

Sandiaga memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Kamis 18 Januari 2018. Selama empat jam diperiksa, Sandiaga diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus dugaan penggelapan tanah.

Nama Sandiaga terseret dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan tanah di Tangerang. Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan rekan Sandiaga di PT Japirex, Andreas Tjahyadi sebagai tersangka. Sementara Sandiaga, statusnya masih sebagai saksi.

Untuk diketahui, Fransiska Kumalawati melaporkan Sandiaga terkait pemalsuan sertifikat nomor 1020 milik PT Japirex. Cerita ini bermula ketika PT Japirex berencana menjual tanah seluas sekitar 6.000 meter persegi di jalan Curug Raya, Tangerang pada 2012. Kala itu, Sandiaga dan Andreas Tjahyadi merupakan pemilik saham.

Di belakangnya, ada tanah 3.000 meter persegi milik Djoni Hidayat. Berdasarkan keterangan Djoni, tanah 3.000 meter itu merupakan titipan dari almarhumah Happy Soeryadjaya, istri pertama Edward Soeryadjaya.

Singkat cerita, kata Fransiska, Sandiaga bersama Andreas telah menjual tanah seluas 3.000 meter persegi  milik Djoni itu. Padahal, tidak pernah ada perjanjian dengan Sandiaga dan Andreas. Fransiska pun menilai Andreas dan Sandiaga sudah melanggar aturan.

Laporan Fransika tertuang dalam laporan polisi nomor LP/109/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum, Senin, 8 Januari 2018. Fransiska juga melaporkan Sandiaga dan Andreas atas kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang ke Polda Metro Jaya. Laporan polisi teregistrasi dengan nomor: LP/1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum pada 8 Maret 2017.

Sumber : news.metrotvnews.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *