Kaget Ada Gizi Buruk di Jakarta, DPRD DKI Sarankan Anies Gunakan Program Ahok

JAKARTA, – Anggota DPRD DKI Jakarta William Yani kaget setelah mengetahui adanya puluhan anak yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta Utara, mengalami gizi buruk.

“Kok bisa? Menurut saya agak mengejutkan ketika di Jakarta ada yang mengalami gizi buruk. Bagaimana itu bisa terjadi? Sesuatu yang aneh kalau masih ada gizi buruk,” kata Yani kepada NNC, Jumat (2/2/2018).

Padahal, lanjut Yani, saat zaman gubernur sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, berbagai program telah dibuat untuk meningkatkan gizi anak-anak di ibukota.

Program-program itu seperti penggunaan Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk membeli daging dan kebutuhan pokok lainnya, serta program kesehatan ‘Ketuk Pintu Layani Dengan Hati’ atau KPLDH, dimana petugas kesehatan yang bekerja secara tim yang terdiri dari seorang dokter, perawat, dan bidan yang akan bertanggung jawab pada satu wilayah tertentu yang sudah ditetapkan.

Tugas utama tim KPLDH adalah melakukan tindakan preventif (pencegahan) dan promotif (pemeliharaan dan peningkatan), dengan tetap melakukan tindakan kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif bila diperlukan sebagai tindakan awal.

“Menurut saya gini, sebenarnya waktu jaman Pak Ahok-Djarot itu sudah ada 1 RW satu petugas kesehatan yang mengecek masalah kesehatan, membantu posyandu mengecek masalah gizi. Saya tidak tau program itu masih ada atau tidak,” ucap dia.

Seharusnya, ditambahkan politisi PDIP itu. Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno mempertajam program-program tersebut, sehingga gizi buruk tidak terjadi seperti sekarang ini.

“Jadi program ini harusnya direview lagi, karena zaman Pak Ahok-Djarot sudah berjalan. Jadi hitungan kita seharusnya tidak ada lagi yang kurang gizi. karena banyak posyandu dan petugas kesehatan cukup banyak,” papar Yani.

“Saya harap Pak Anies Baswedan menggunakan konsep yang lama. Karena Dinas-dinas kesehatan sebenarnya sudah tau soal konsep ini. Pak Anies-Sandi juga harus turun langsung lapangan kemudian mengecek kinerja jajarannya,” tegas Yani.

Sebelumnya, Gubernur Anies yang mengetahui warganya mengalami gizi buruk, mengaku akan melakukan pengecekan, dan juga menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan penanganan. Karena ia tidak ingin ada anak di ibukota yang mengalami gizi buruk.

“Nanti saya cek langsung dan kami harus tangani. Di Jakarta tidak boleh ada anak yang sampai kekurangan gizi, nggak boleh. Kalau itu sampai terjadi maka itu adalah kondisi yang tidak bisa ditoleransi. Maka saya akan langsung instruksikan seluruh jajaran, periksa, datangi kampung-kampung,” kata Anies di Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2018).

Sumber : netralnews.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *