KOMPAS/LASTI KURNIA

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama sejumlah Tokoh Nasional dan Ketua Umum sejumlah partai pada acara puncak pemotongan tumpeng memperingati HUT ke-45 PDI Perjuangan di Jakarta Conventrion Hall, Jakarta, Rabu (10/1).

Denpasar, – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terus mengonsolidasikan kekuatannya di daerah. PDI-P menggelar konsolidasi khusus di Provinsi Bali untuk menjaga soliditas kader partai dalam berjuang memenangi Pemilihan Kepala Daerah 2018.

Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri membuka Rapat Kerja Daerah Khusus dan Konsolidasi Dewan Pimpinan Daerah PDI-P Bali, di Denpasar, Bali, Minggu (4/2). Rapat Kerja Daerah Khusus dan Konsolidasi PDI-P Bali itu dilaksanakan untuk membahas dan memantapkan strategi PDI-P Bali dalam menghadapi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018, khususnya Pilkada Bali dan pilkada kabupaten di Bali.

Acara ini diikuti sejumlah kader PDI-P yang duduk di jabatan eksekutif dan legislatif serta para pengurus PDI-P dari tingkat desa hingga provinsi. Hadir pula dalam acara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga serta pasangan bakal calon kepala daerah untuk Pilkada Bali, Gianyar, dan Klungkung yang diusung PDI-P.

Seusai acara pengarahan Megawati kepada kader PDI-P yang berlangsung tertutup, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menjelaskan, PDI Perjuangan memandang Bali sebagai tolok ukur kekuatan partai sekaligus pilar PDI Perjuangan yang harus dijaga soliditasnya, termasuk dalam menghadapi Pilkada 2018. Oleh karena itu, ujar Hasto, pertemuan dan konsolidasi partai menjadi penting dilaksanakan untuk menjaga soliditas kader partai.

”Apalagi, dalam Pilkada Bali nantinya akan berhadapan langsung satu sama lain,” kata Hasto.

Masyarakat di 171 daerah akan memilih kepala daerah mereka dalam pilkada serentak pada 27 Juni 2018. Pilkada 2018 juga menjadi momentum bagi partai politik mempersiapkan diri menghadapi Pemilu Legislatif dan Presiden 2019.

Hasto mengatakan, dalam pengarahannya sebagai Ketua Umum PDI-P, Megawati mengingatkan seluruh jajaran PDI-P di Bali agar senantiasa bekerja untuk rakyat dan bergerak menyatu dengan rakyat, termasuk dalam menghadapi pemilihan kepala daerah di Bali. ”Perintah Ketua Umum agar kader PDI Perjuangan turun ke bawah, menangis dan tertawa bersama rakyat,” ujar Hasto.

Koalisi

Hasto menyatakan, PDI-P menargetkan memenangi pilkada bukan untuk mencari kekuasaan, melainkan mencari pemimpin yang tepat untuk rakyat demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah melalui pilkada. Oleh karena itu, ujar Hasto, PDI-P terbuka untuk berkoalisi dengan partai politik lain di Pilkada 2018 dalam mengusung pasangan calon yang dinilai cocok dan tepat sebagai calon pemimpin daerah.

”Ini penting karena, menurut kami, pilkada adalah upaya mencari pemimpin untuk rakyat, bukan hanya mencari kekuasaan,” kata Hasto.

Ketua Tim Pemenangan Koster dan Tjok Ace, I Nyoman Giri Prasta, menyatakan, mereka sudah bekerja.

”Rekomendasi Ketua Umum PDI-P dikawal seluruh kader,” ujar Giri Prasta, yang juga Bupati Badung. (COK)

Sumber :