Sandiaga Pertimbangkan ‘Paksa’ Warga Bantaran Kali Jual Lahannya

Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mempertimbangkan membawa kasus pembebasan lahan di bantaran Kali Ciliwung ke pengadilan. Sandiaga akan menggunakan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2012 tentang  Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Undang-undang itu mengatur tentang kekuasaan pemerintah untuk memaksa warga menjual lahannya demi kepentingan umum. Semua akan ditentukan pengadilan melalui konsinyasi.

“Ada UU Nomor 2 Tahun 2012 yang memberi keleluasaan jika ini proyek yang sangat berpengaruh terhadap kepentingan umum dan negara,” kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Februari 2018.

Untuk menentukan harga lahan, pemprov akan meminta bantuan pihak ketiga. Sandi optimistis langkah itu bisa memuluskan normalisasi.

“(Meski) sengketa tersebut (masih) di proses pengadilan, lahan tersebut langsung diserahkan ke pemerintah,” kata Sandiaga.

Konsinyasi atau menitipkan ganti rugi di pengadilan juga diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Penitipan ganti rugi di pengadilan dilakukan bila ada pihak yang menolak besaran ganti rugi, pemilik tidak diketahui keberadaannnya, atau objek sedang menjadi objek perkara.

Namun, Sandiaga berkeinginan merelokasi warga ke rusun terdekat. Menurutnya, rusunawa yang tersedia saat ini sangat jauh dari tempat warga. Hanya satu lokasi yang menurutnya sangat ideal.

“(Rusun) Jatinegara Barat itu contoh bagus, rusunnya di situ (dekat Kampung Pulo), dan kita ingin menciptakan yang seperti itu,” ujarnya.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan Ciliwung harus bersih dari rumah warga. Hal tersebut harus dilakukan dan tidak boleh ditawar.

“Itu pasti ya. Saya rasa enggak bisa ditawar,” kata Saefullah.

Saefullah mengakui Pemprov DKI telat menormalisasi. Seharusnya, Ciliwung seperti Kanal Banjir Timur (KBT). “Sebetulnya kita sudah sangat telat. Kali itu idealnya seperti KBT. Ada aliran tengahnya, ada bantarannya, ada sheet pile, dan ada inspeksi,” ujarnya.

Sumber : news.metrotvnews.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *