Sandiaga Minta Warga Bidaracina Tak Egois dan Mau Merelakan Tanahnya

Pemasangan turap dan pembetonan salah satu sisi Sungai Ciliwung di Bidaracina, Jakarta Timur, Rabu (11/11). Sebagian warga masih menempati lahan di pinggiran sungai dan belum dipindahkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengebut proyek revitalisasi sungai untuk menghadapi musim hujan.
Pemasangan turap dan pembetonan salah satu sisi Sungai Ciliwung di Bidaracina, Jakarta Timur, Rabu (11/11). Sebagian warga masih menempati lahan di pinggiran sungai dan belum dipindahkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengebut proyek revitalisasi sungai untuk menghadapi musim hujan. (KOMPAS/LUCKY PRANSISKA )
 JAKARTA,  – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Unomencari cara agar warga Bidaracina, Jakarta Timur, bisa melepas tanah mereka untuk proyek sodetan Ciliwung. Sebab, program pengendalian banjir sangat dibantu dengan proyek sodetan Sungai Ciliwung itu.

“Kita ingin mencari sebuah format bagaimana masyarakat bisa setuju merelakan tanahnya untuj fasilitas yang akan dinikmati seluruh publik Jakarta.”

“Jadi kita enggak boleh egois juga, pengendalian banjir sangat dibantu dengan adanya sodetan ini, jadi perlu ada kerja sama warga,” ujarSandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (9/2/2018).

Oleh karena itu, Sandiaga ingin mengajak warga berdialog. Ketika belum menjadi Wakil Gubernur, Sandi mengaku berpengalaman membangun infrastruktur di beberapa tempat.

Ketika itu, dia juga mengajak warga setempat berdialog. Dia pun ingin menerapkan hal yang sama terhadap warga Bidara Cina. Apalagi, sudah ada masukan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Tembok Puskesmas Bidara Cina Abrol diterjang banjir, Selasa (6/2/2018)
Tembok Puskesmas Bidara Cina Abrol diterjang banjir, Selasa (6/2/2018)(Stanly Ravel)

“Kami ingin ada mediasi. Kemarin kami review masukan dari teman-teman Kementerian PUPR bahwa ada beberapa lahan yang milik Pemprov DKI tapi masih diduduki warga, ada yang milik privat yang diduduki warga,” ujar Sandi.Warga Bidaracina sebelumnya mengajukan gugatan dengan Nomor 59/G/2016/PTUN-JKT terkait dengan penetapan lokasi sodetan Kali Ciliwung yang berubah dari ketentuan sebelumnya tanpa pemberitahuan kepada warga.

Dalam pembacaan putusan di PTUN Jakarta, Senin, 25 April 2016, majelis hakim memenangkan warga Bidaracina karena menganggap SK Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, terkait penetapan lokasi untuk pembangunan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur, telah melanggar asas-asas pemerintahan.

Anies memastikan bahwa puluhan pompa air berfungsi dan aktif. Anies juga mengatakan kemungkinan air banjir kiriman dari bogor datang lebih cepat.(Kompas TV)

Sumber : megapolitan.kompas.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *