Kritik Jokowi soal Utang, Tommy Soeharto Dikritik Aktivis 98

Jakarta – Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Tommy Soeharto dikritik oleh aktivisi 98 karena mengkritisi kebijakan utang yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo.

Direktur Eksekutif 98 Institute Sayed Junaidi Rizaldi mengatakan, semestinya Tommy Soeharto jangan bicara seperti itu, jika mau mendapat simpati publik .

“Bicaralah dengan bahasa yang simpatik. Kita juga tidak akan pernah lupa bagaimana Orde Baru yang dipimpin bapaknya mengekang kebebasan kita berekspresi dan berpendapat,” kata dia di Jakarta, Selasa (20/2).

Sayed juga memberi contoh sejumlah kasus yang terjadi di era Orde Baru yang hingga kini tak jelas rimbanya.

“Bagaimana kasus Marsinah yang belum tahu ujungnya. Bagaimana biadabnya perilaku rezim Orde Baru terhadap kebebasan pers,” jelas dia.

Hari ini, lanjut dia, seluruh orang bisa bicara bebas dan berpendapat, tapi jangan pernah dilupakan tentang rezim Orde Baru membungkam aktivis dengan cara digebuk, diculik bahkan ada yg sampai hari ini masih tidak tahu di mana rimbanya.

“Bagaimana krisis moneter yang terjadi tahun 1997 yang membuat Indonesia bangkrut dan harus bayar utang ke IMF. Bagaimana rezim Orde Baru yang penguasanya Soeharto hingga hari ini tidak dikenai sangsi apapun,” tegas dia.

Sayed menegaskan, hingga saat ini luka-luka sejarah kelam Orde Baru itu masih menganga.

“Jadi kalau mau serius, ikhlas, dan tulus membangun bangsa ini, kita sudah harus mulai berpikir ke depan. Janganlah Tommy Soeharto mulai menghujat pemerintahan Jokowi,” ujar dia.

Pendapat dia, pembangunan infrastruktur itu untuk kebutuhan rakyat yang tidak pernah dilakukan pada zaman Orde Baru.

“Jadi Tommy Soeharto saya sarankan berkampanyelah dengan bijak. Karena setiap rezim atau pemerintahan tidak ada yang sempurna,” ucap dia.

Komentar Sayed, baik buruknya pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla itu yang dimiliki kita saat ini.

“Jujur saja, pemerintahan ini lahir dari rahim kandung reformasi, dan merupakan hasil koreksi terhadap Orde Baru,” katanya.

Sebelumnya, Tommy Soeharto mengkritik pemerintahan Presiden Jokowi. Menurut Tommy, salah satu hal yang memprihatinkan di era pemerintahan Jokowi adalah membengkaknya utang negara.

“Keadaan bangsa negara kita sangat memprihatinkan, seperti utang negara yang sudah sampai USD 340 miliar,” kata dia ketika acara silaturahmi Partai Berkarya di Graha Granadi, Jakarta Selatan, Senin (19/2).

Tommy juga membandingkan pemerintahan Jokowi dengan era pemerintahan Soeharto.

Tommy berdalih, saat ayahnya menjabat sebagai presiden, utang negara hanya mencapai USD 54 miliar. “Yang lebih memprihatinkan adalah sekarang bertambahnya hampir tujuh kali lipat,” ujarnya.

Tommy pun mengkritik kebijakan Jokowi terkait infrastruktur. Menurut dia, gencarnya pembangunan infrastruktur tersebut menjadi penyebab utama meningkatnya utang luar negeri.

Sumber : moneter.co.id

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *