IMF: Perekonomian Indonesia Bisa Tumbuh Hingga 5,6%

IMF: Perekonomian Indonesia Bisa Tumbuh Hingga 5,6%

Presiden Joko Widodo, besama Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde (kiri) melihart barang dagangan, saat blusukan mengunjungi Pasar Tanah Abang Jakarta, 26 Februari 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )

IMF memprediksi untuk jangka menengah (5 tahun), pertumbuhan ekonomi Indonesia secara bertahap akan meningkat menjadi 5,6 persen. Proyeksi ini tidak berubah dari proyeksi sebelumnya. Pada tinjauan tahunan tentang kebijakan ekonomi Indonesia, yang dirilis pada Selasa (6/2) lalu, IMF juga memproyeksikan inflasi tahunan akan tetap terjaga baik dan berada pada kisaran 3,5 persen.

“Saya yakin bahwa kemajuan akan berlanjut seiring membaiknya ekonomi global, pada tahun ini. Kami percaya tahun depan akan lebih baik dari sebelumnya,” ujar Lagarde saat melakukan blusukan bersama Presien Joko Widodo (Jokowi) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (26/2).

Ia berharap, kondisi Indonesia saat ini harus menguntungkan bagi terciptanya keseimbangan ekonomi, baik yang dalam proses pembangunan maupun percepatan pembangunan. “Ini adalah pertumbuhan yang baik dan itu bagus untuk dunia usaha,” katanya.

Pada kesempatan itu, Lagarde juga mengaku sangat terkesan dapat berkunjung bersama Presiden Jokowi, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Gubernur Bank Indonesia Agus Marowardojo di Pasar Tanah Abang.

“Saya sangat terkesan karena pasar ini mewakili kekuatan industri tekstil dan jumlah perempuan yang cukup banyak. Pasar ini yang merupakan bagian yang dinamis dari ekonomi Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Lagarde mengungkapkan, dalam pertemuan di Istana Merdeka, telah disampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa ekonomi Indonesia berjalan dengan baik. Hal ini, katanya, didorong oleh konsumsi, investasi, dan ekspor.

“Ketiga mesin ekonomi itu berjalan sangat baik. Saya terkesan atas pelaksanaan program reformasi yang dipimpin Presiden Jokowi, khususnya penyederhanaan perizinan Usaha Kecil Menengah (UKM), yang pada bulan depan akan bisa mendaftar di satu tempat dengan registrasi tunggal. Saya sangat berharap agar Presiden Jokowi bersama timnya akan melanjutkan reformasi yang baik di bidang infrastruktur pendidikan dan sosial,” katanya.

Ia berharap pada kunjungan berikutnya ke Indonesia, di Bali, pada bulan Oktober mendatang, akan ada lebih banyak lagi perempuan dalam angkatan kerja. “Lebih banyak perempuan, lebih baik,” katanya.

Pada 8-14 Oktober mendatang, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia. Pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan persiapan menjelang perhelatan internasional, yang bakal dihadiri 15.000 orang.

“Di Bali pada bulan Oktober nanti, kami memiliki keputusan bahwa kami akan datang meskipun Gunung Agung hanya mengeluarkan asap sedikit, tapi tidak apa-apa kami datang,” katanya.

Pada bagian lain, Lagarde juga menyinggung tentang peranan sistem digital dalam percepatan inklusi keuangan sebagai instrumen pengentasan kemiskinan di negeri ini.

“Saya berpendapat bahwa perbaikan di sektor ekonomi itu akan menguntungkan masyarakat miskin, perempuan, dan kaum muda yang ingin memulai bisnis. Jadi, kami sangat mendorong penyertaan di bidang keuangan,” katanya.

Sumber: Investor Daily

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *