Guyub Rukun Perayaan Cap Go Meh di Magelang

MAGELANG, – Suasana guyub rukun begitu terasa pada perayaan Cap Go Meh 2569/2018 di Kota Magelang, Jawa Tengah, Jumat (2/3/2018). Warga Tionghoa dan masyarakat umum membaur bersama menikmati kesenian yang diselenggarakan oleh Yayasan Tri Dharma di Kelenteng Liong Hok Bio.
Ragam kesenian tampil dalam kirab budaya mulai dari kelenteng di selatan Alun-alun Kota Magelang, lalu ke Jalan Pemuda (Pecinan), Jalan Jenggolo, Jalan Tentara Pelajar, dan kembali lagi kelenteng. Ratusan warga Magelang dan sekitarnya menantikan kirab ini. Ketua Yayasan Tri Bhakti Kota Magelang, Paul Candra Wesi Aji, menuturkan bahwa kirab budaya sudah menjadi agenda rutin untuk merayakan Cap Go Meh atau 15 hari setelah tahun baru Imlek pada 9 Februari 2018.
Selain kesenian khas Imlek, seperti liong, barongsai, dan parade lampion, pada kirab Cap Go Meh juga selalu menampilkan seni tradisional, antara lain jathilan, topeng ireng, soreng, dolalak, warok, pitik walik, reog merapi, dan reog ponorogo. “Ada 10 kelompok kesenian tradisional yang tampil. Mereka berasal dari Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, dan lainnya,” jelas Paul di sela kegiatan, Jumat siang.
Tahun ini Cap Go Meh mengusung tema “Meningkatkan Persaudaraan Sejati Antar-Umat Beragama”. Tema ini dirasa cocok diangkat mengingat bangsa Indonesia saat ini yang masih diselimuti isu SARA. Pihaknya mengajak para pemeluk agama untuk saling mempererat persaudaraan. “Saat ini masyarakat mudah tersulut isu-isu SARA, kita mengajak masyarakat dari agama apa pun dan golongan mana pun untuk bersatu. Persatuan akan membawa kita pada kebahagiaan, kemakmuran, semua hal akan berjalan lancar,” ungkap Paul.
Paul berujar, dalam perayaan umat Tri Dharma, selalu ada kegiatan khusus untuk menghibur dan melibatkan masyarakat lokal. Kerukunan ini sudah terjalin sejak kelenteng ini berdiri lebih dari 100 tahun silam. Bahkan, pada perayaan Cap Go Meh, petugas keamanan dari organisasi Banser ikut terlibat. Mereka sukarela mengamankan rangkaian kegiatan sampai selesai.
“Tidak ada perbedaan yang menghalangi kami untuk menyuguhkan hiburan bagi masyarakat. Inilah wujud persatuan kami,” kata Paul. Baca juga: Pawai Lampion Cap Go Meh, Wali Kota Singkawang Bagi-bagi Angpau Sesuai kalender China, tahun ini adalah tahun atau shio anjing, yang diharapkan akan membawa kehidupan masyarakat menjadi lebih baik, sejahtera, dan kondusif. Terlebih lagi, tahun ini merupakan tahun politik sehingga diharapkan keamanan dan hukum bangsa ini selalu terjaga.
Desi Lia Lististyowati, warga Kota Magelang, mengatakan hampir selalu menyaksikan kirab budaya Cap Go Meh setiap tahun. Menurut dia, kirab ini memiliki daya tarik tersendiri karena cerminan kerukunan antara umat Tri Dharma dengan masyarakat umum yang memiliki ragam latar belakang. “Suka menonton kirab Cap Go Meh, acaranya unik, karena ada kesenian khas warga Tionghoa dan kesenian tradisional Jawa yang tampil bersamaan. Kita jadi terlihat rukun,” ucap Desi. Bertepatan dengan Tahun Baru Imlek Kelenteng Kwan Sing Bio di Tuban Jawa Timur menarik perhatian warga.
(Kompas TV)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *