‘Pesona Rorotan’ Diburu Warga, Dibantah Anies Baswedan

'Pesona Rorotan' Diburu Warga, Dibantah Anies Baswedan
Rumah dengan DP nol rupiah di Rorotan, Jakarta Utara, belum lama ini. Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut hunian ini dikelola swasta. (CNN Indonesia/ Tiara Sutari).

Jakarta, — Jalanan di samping SMA Negeri 115 Jakarta yang berada di kawasan Rorotan, Jakarta Utara tampak ramai dikunjungi warga dari berbagai usia. Mereka berbondong-bondong mendatangi sebuah unit rumah percontohan yang telah dibangun sejak dua hari lalu di kawasan itu.

Tiga spanduk terpampang di depan rumah itu. Tertulis di dalamnya site plan ‘Pesona Rorotan’, program rumah tapak dengan uang muka atau downpayment (DP) nol rupiah.

Warga yang mayoritas bukan berasal dari Rorotan ini antusias menuliskan nama mereka di buku tamu yang disediakan oleh pengelola, di sebuah meja yang letaknya persis ada tepat di halaman kecil rumah itu.

Buku tamu itu katanya wajib diisi bagi siapapun yang hendak melihat dan masuk ke rumah percontohan itu. Termasuk pewarta yang hendak meliput keadaan rumah tersebut.

“Iya ini untuk kepentingan pendataan,” kata Hafid Al, satpam PT Nusa Kirana yang bertugas menjaga bakal calon rumah tapak DP nol Rupiah kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di lokasi rumah percontohan, Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (1/3).

Rumah itu berdiri di lahan seluas 45 meter persegi. Terdiri dari dua kamar, satu kamar mandi, dan satu ruang tamu. Tak ditemukan ruang untuk dapur di dalam rumah tersebut.

Kondisi itu mendapat respon dari warga. Sebab keberadaan dapur dalam sebuah rumah sangat vital.

“Mungkin kami nanti suruh masak di luar kali ya,” kata Rohimah (43) sambil bergurau terkait ‘minimalisnya’ rumah tersebut.

Rohimah adalah seorang warga Cakung yang sengaja datang ke Rorotan untuk melongkok isi rumah percontohan itu. Dia tampak kecewa setelah melihat tipe rumah yang ramai diberitakan ini.

“Habis yah, pas lihat tadi ini jadi mikir ini rumah bukan tipe 45, tapi rumah tipe RSSS, rumah sangat sangat sederhana ini,” ujarnya.

Rohimah datang bersama suami dan anaknya. Dia mengaku tiba di kawasan itu untuk mendaftar. Ia sempat berbincang-bincang dengan pihak pemasaran, pukul 10.00 WIB.

“Tadi saya ketemu tuh, tapi ketemu juga tidak membantu. Dia (bagian pemasaran) enggak tahu apa-apa,” kata Rohimah.

Saat bertemu pihak marketing, Rohimah mengaku hanya disuruh menyerahkan fotocopi NPWP, KTP, dan mencatat nomor kontak yang bisa dihubungi.

Katanya, nomor itu akan dihubungi oleh pihak Dinas Perumahan saat warga tersebut dinyatakan berhak dan lolos mendapat rumah tapak DP nol rupiah ini.

Atas dasar itu, dia merasa yakin ini merupakan program Pemprov DKI karena yang bakal mengontak warga adalah pihak Dinas Perumahan.

“Makanya, kami yakin ini programnya Pak Anies, kan katanya di telepon Pemprov nanti,” ujar Rohimah.

Berbeda dengan Rusli (39) yang justru tak ‘seberuntung’ Rohimah karena sempat bertemu dengan pihak marketing. Rusli tiba tepat pukul 11.45 WIB dimana pihak marketing telah ‘minggat’ mendapati membludaknya peminat rumah itu.

“Saya enggak sempat ketemu marketing, padahal kabarnya marketing ada sampai jam 3 sore, tapi katanya sudah pulang tadi, minggat karena kebanyakan orang yang nanya pusing kayaknya tuh dia,” kata Rusli.

Meski begitu, warga tetapo masih antusias melihat-lihat satu rumah contoh ini.

'Pesona Rorotan' Diburu Warga, Dibantah Anies Baswedan

Gubernur DKI Anies Baswedan membantah hunian di Rorotan milik Pemprov DKI dan menyebut pengelolaannya dipegang swasta. (CNN Indonesia/Mesha Mediani).

Simpang Siur, Swasta atau Pemprov

Hafid Al, satpam yang berjaga di kawasan itu membenarkan perihal telepon yang akan dikabarkan oleh Pemprov DKI terkait rumah tapak dp nol rupiah ini.

Kata dia, PT Nusa Kirana hanya bertugas mendata, sedangkan yang menghubungi dan menyeleksi warga yang berhak mendapat rumah itu adalah pihak Pemprov DKI.

“Nanti itu yang telpon dan wawancara itu Dinas Perumahan, di Tanah Abang, ya dikantornya, ya Pemprov. Kami sudah jelas di briefing begitu, ya memang siapa yah yang punya program, yang jelas kalau dari atas ya begitu,” kata Hafid.

Namun, saat CNNIndonesia.com berada di lokasi dan meminta penjelasan pihak marketing, mereka menolak menjelaskan lebih rinci. Alasannya semua akan dijelaskan jika waktunya sudah tepat.

“Nanti yah. Kami hanya mendata. Memfasilitasi warga yang sangat antusias. Yang jelas benar, kalau sudah pas nanti warga yang daftar dihubungi Dinas Perumahan,” kata salah satu marketing yang enggan disebut namanya.

Pernyataan itu tentu menimbulkan pro dan kontra apakah Pesona Rorotan ini merupakan program Pemprov DKI dengan DP nol rupiah, atau sebaliknya perumahan biasa sebagaimana dikelola pihak swasta.

Hal ini tak lepas dari pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang ‘hobi’ memggembar-gemborkan pembangunan rumah tapak DP nol rupiah di Rorotan.

Sandi bahkan sempat membocorkan terkait hari peletakan batu pertama yang dilaksanakan 28 Februari kemarin. Sayangnya, saat hari pelaksanaan, Sandi maupun Gubernur DKI Anies Baswedan tak ada yang hadir.

Anies pun kemudian menyebut, bahwa program rumah tapak DP Nol rupiah di Rorotan bukanlah program Pemprov DKI.

“Anda cek saja (rumah Rorotan) program siapa? Program pemprov? Tidak ada. Cek saja,” kata Anies, Rabu (28/2).

Adapun yang dimaksud Anies, yakni rumah Rorotan diketahui digarap oleh perusahaan swasta di bidang properti, yakni PT Nusa Kirana. Rumahnya pun akan dibangun di lahan 1,3 hektare milik perusahaan itu.

Atas dasar itu, Anies menyebut hunian muah di Rorotan itu bukan program Pemprov DKI.

“Belum ada program itu. Yang kita sudah luncurkan, yang sudah diluncurkan (di Pondok Kelapa). Yang sekarang belum, belum ada,” tutupnya. (osc/arh)

Sumber : cnnindonesia.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *