KPK Bakal Kejar Koruptor Sampai ke Iran

Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak akan pernah ragu mengejar para koruptor hingga ke luar negeri. Bahkan, lembaga antikorupsi juga dapat memburu aset koruptor yang disembunyikan di Negeri Para Mullah tersebut.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pengejaran buronan korupsi termasuk perburuan aset koruptor itu bisa dilakukan melalui mekanisme bantuan hukum timbal balik atau Mutual Legal Assistance (MLA), yang telah dijalin dengan The General Inspection Organization (GIO) Iran.

“Bisa dilakukan MLA jika dibutuhkan. Bahkan jika ada aset hasil korupsi di sana, dengan kerja sama yang sudah berjalan sebelumnya hal tersebut bisa dilakukan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Rabu, 7 Maret 2018.

Selain MLA, KPK dan GIO Iran juga telah menjalin kerja sama yang mencatut sejumlah aspek baik dari pencegahan atau pun penindakan korupsi. Berbagai kerjasama itu tercantum dalam Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani kedua pihak pada 11 Desember 2007.

Menurut Febri, beberapa aspek kerja sama itu diantaranya, pertukaran informasi mengenai metode pemberantasan dan pencegahan korupsi, pendidikan dan kampanye antikorupsi, kerja sama pelatihan, pertukaran keahlian dan partisipasi dalam seminar, workshop dan konferensi.

“Memfasilitasi bantuan operasional teknis secara timbal balik secara informal maupun formal melalui Mutual Legal Assistance (MLA), dan kerja sama lainnya sesuai kesepakatan,” ujarnya.

Febri mengungkapkan, Indonesia dan Iran juga tergabung dalam forum-forum UNCAC. Tak hanya itu, dia juga menyebut jika Indonesia merupakan salah satu negara yang mereview implementasi UNCAC Iran.

Febri mengatakan, kedatangan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Valiollah Mohammadi Nasrabadi dan sejumlah anggota Parlemen Iran ke Gedung KPK adalah sebagai bentuk upaya penguatan kerjasama. Sejumlah hal terkait penguatan pemberantasan korupsi dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Dalam pertemuan ini juga sempat dibahas penguatan kerja sama ke depan dalam pemberantasan korupsi. Khususnya terkait tindak lanjut kerja sama KPK dengan The General Inspection Organization (GIO) Iran,” kata Febri.

Dia menjelaskan, beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan itu antara lain terkait pertukaran lessons learned dan best practises program-program pemberantasan korupsi di kedua negara, pengelolaan sumber daya alam minyak dan gas, serta pertanggungjawaban pidana korporasi. Termasuk, kemungkinan kerja sama dalam hal pendidikan dan pelatihan dengan dibentuknya Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK.

“KPK berharap melalui kunjungan ini akan semakin memperkuat kerja sama kedua negara ke depan,” tandas Febri.

Sementara itu, usai pertemuan Dubes Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi Nasrabadi mengatakan, kedatangan pihaknya ke KPK tidak lain hanya ingin berbagi pengalaman dengan KPK dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Kami bertukar pengalaman pendidikan pemberantasan korupsi. Itu sebabnya kami datang kemari bersama tim dan membagi pengalaman dan menempa pengalaman pemberantasan korupsi di Indonesia. Hanya bertukar pengalaman pemberantasan korupsi,” kata Valiollah.
Sumber : news.metrotvnews.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *