Ambisi PKS Kalahkan Jokowi

Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera punya ambisi mengalahkan Joko Widodo pada Pilpres 2019. Jokowi, yang saat ini menjabat Presiden RI, sudah mengantongi dukungan dari lima partai politik.

“Yang jelas, kami targetnya hanya satu: mengalahkan Pak Jokowi pada 2019,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi, Selasa (13/3/2018).

PKS bahkan sudah melontarkan sembilan nama yang dijagokan untuk jadi calon presiden. Kesembilan tokoh itu adalah Anis Matta, Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Irwan Prayitno, Sohibul Iman, Salim Segaf Aljufri, Tifatul Sembiring, Al Muzzamil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.

Namun agaknya ambisi PKS mengalahkan Jokowi perlu ikhtiar kuat menggandeng mitra koalisi. Untuk mengusung pasangan capres-cawapres, perlu 20 persen kursi di DPR atau 112 kursi. PKS sendiri hanya punya 40 kursi di DPR atau 7,1 persen.

Belakangan, PKS akhirnya berbicara kemungkinan mengusung Ketum Gerindra Prabowo Subianto untuk jadi calon presiden. Partai Gerindra punya 73 kursi atau 13 persen kursi DPR sehingga jumlahnya akan menjadi cukup.

Feeling saya, Prabowo akan deklarasi capres dari Gerindra. PKS siap dukung,” kata Mardani kepada wartawan, Jumat (9/3).

Mardani menilai wajar jika Gerindra yang mengusulkan nama capres jika jadi berduet. Pasalnya, Gerindra punya kursi yang lebih banyak.

“Kita harus bersama-sama. Kalau formasinya dua partai, Gerindra-PKS, sangat wajar kalau capresnya dari Gerindra. Karena Gerindra kursinya 73, kita 40. Itu sudah cukup (mengusung capres-cawapres),” sebut Mardani.

Mardani juga sempat melontarkan kritik untuk Jokowi lewat akun Twitter. Dia menyebut Jokowi tengah membangun ‘Istana Pasir’ selama 4 tahun ini.

“Survei dan popularitas boleh tinggi, namun pada saatnya nanti sangat mungkin dan bisa dikalahkan. Banyak buktinya, seperti di DKI. Elektabilitas di atas 75% tapi kalah. Koalisi gemuk tapi tumbang. #IstanaPasirJokowi #2019GANTIPRESIDEN,” ungkap Mardani dalam akun Twitternya seperti dilihat detikcom, Sabtu (10/3).

Gerindra dan PKS juga berkoalisi pada Pilpres 2014. Namun koalisi mereka dikalahkan oleh koalisi pengusung Jokowi-Jusuf Kalla.

Sebelumnya, Waketum Gerindra Fadli Zon juga memastikan formasi koalisi Gerindra-PKS. “Ya, dengan PKS kita sudah firm (koalisi), tapi kita berharap lebih banyak lagi dukungan dari partai lain supaya lebih kuat untuk menghadapi pilpres dan pileg,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/3).

Ikhtiar PKS tak berhenti di situ saja, mereka masih menjalin komunikasi dengan partai-partai lain. Akankah ambisi PKS terjawab pada Pilpres 2019?
(bag/van)

news.detik.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *