Risa Mariska Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Partai PDI Perjuangan mendapat Obsession Awards 2018

Jakarta, Obsession Awards 2018 & Women’s Obsession Awards 2018 kembali digelar. Ajang tahunan yang bergengsi ini digelar oleh Obsession Media Group (OMG) sejak tahun 2006.

Acara tersebut diadakan di  Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018). Pemberian penghargaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-14 OMG.

OMG adalah sebuah perusahaan yang memayungi Majalah Women’s Obsession, Situs Berita Obsession News dan Situs Berita Muslim Obsession.

Obsession Awards lahir dari tekad OMG untuk memberikan apresiasi kepada tokoh nasional, individu dan korporasi yang telah menunjukan dedikasi pada bidangnya masing-masing, memiliki keteladanan, inspiratif, dan inovatif.

Founder of OMG Usamah Hisyam dalam sambutannya mengungkapkan, penganugerahan “Öbsessions Awards 2018”diharapkan dapat mendorong para tokoh dan korporasi, lembaga / instansi, organisasi, maupun khalayak luas untuk terus berkaya dan berprestasi lebih baik di masa-masa yang akan datang, demi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara tercinta Indonesia.

Salah satu penerima Obsessions Awards 2018 dalam kategori Best Achiever in Women Legislator & Senator adalah Risa Mariska ( Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ).

Ibu dari dua orang anak ini kelahiran 9 Desember 1979, mempunyai banyak pengalaman menangani sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi dari calon yang diusung PDI Perjuangan, salah satunya adalah Pilkada Kota Depok di tahun 2010.

Berbekal pengalaman tersebut, pada 2014 lalu, Risa terpilih sebagai anggota DPR dari PDI Perjuangan dengan memperoleh 27.578 suara di Daerah pemilihan Jawa Barat VI (Kota Depok dan Bekasi).

Risa kemudian ditempatkan di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM dan keamanan. Selain itu dia juga pernah menduduki posisi-posisi yang cukup strategis, seperti Mahkamah Kehormatan Dewan.

Didalam pembahasan Undang-undang di Komisi III, Risa juga masuk didalam Tim Panja RUU KUHP dan RUU Jabatan hakim. Risa juga  terlibat aktif dalam Panja RUU Antiterorisme,yang mengusulkan agar TNI perlu dimasukkan guna memperkuat peran polisi dalam memberantas kejahatan terorisme di Indonesia. Namun kewenangan penegakan hokum untuk pelaku terorisme tetap menjadi kewenangan kepolisian dengan menggunakan Criminal Justice System.

Feb.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *