Alexis Ditutup, Anhar Nasution Tantang Anies Baswedan

Jakarta -Mantan Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan Malam Anhar Nasution mengaku heran dengan penutupan Alexis untuk kedua kali yang diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebelumnya pada Oktober 2017, Anies telah melayangkan surat pemberitahuan tak memperpanjang izin hotel dan griya pijat Alexis.

“Saya agak heran kan beberapa bulan yang lalu sudah ditutup. Kok baru sekarang terungkap itu ternyata beroperasi dan baru mau ditutup hari ini dengan surat,” kata Anhar Nasution kepada Tempo, di Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018.

Anhar melanjutkan, dia mengapresiasi dan mendukung kebijakan pemerintah DKI mencabut tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) perusahaan yang membawahi Alexis, PT Grand Ancol Hotel. Namun, dia meminta Anies tak hanya terpaku kepada Alexis. Anhar mengatakan Anies harus segera menutup semua usaha hiburan malam yang terbukti melanggar.

“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh langkah Gubernur Anies menutup tempat-tempat semacam Alexis, tapi mbok ya jangan cuma satu tempat itu aja dong,” ujarnya.

Menurut Anhar, Anies Baswedan rentan dipandang tebang pilih jika tak segera melakukan penutupan terhadap tempat usaha hiburan lain yang terbukti melanggar. “Nanti terkesan tebang pilih, seolah-olah ada target, kemauan politik, tuntutan politik. Ini kan enggak baik juga,” kata dia.

Kemarin, Selasa, 27 Maret, Anies mengumumkan pencabutan enam TDUP di bawah manajemen PT Grand Ancol Hotel. Anies menuturkan surat pencabutan itu telah dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu pada Kamis, 22 Maret lalu, dan dikirimkan ke manajemen keesokan harinya.

Gubernur Anies memberi waktu kepada PT Grand Ancol Hotel yang membawahi 4Play Alexis dan lainnya hingga hari ini untuk menutup usahanya. Anies Baswedan berujar, pemerintah DKI bakal melakukan penindakan jika perusahaan tak melakukan penutupan.

metro.tempo.co

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *