Menpora Minta Gubernur DKI Ikut Perbaiki Sarana SKO Ragunan

Jakarta, — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan perlu adanya kerja sama antara Pemerintah Pusat (Kemenpora) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperbaiki fasilitas yang ada di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta Selatan.

SKO Ragunan merupkan salah satu wadah yang menghasilkan banyak atlet berprestasi dan membuat bangga Indonesia di kancah internasional. Bahkan, beberapa legenda olahraga Indonesia, seperti Yayuk Basuki lahir dari SKO Ragunan.

Belakangan SKO Ragunan belum lagi mencetak atlet andalan. Minimnya fasilitas pendukung menjadi salah satu faktor penghambat munculnya atlet berprestasi dari sana.

Belakangan ada nama Egy Maulana Vikri, pemain Timnas Indonesia U-19 yang kini sudah dikontrak Lechia Gdansk, klub asal Polandia. Kehadiran Egy Maulana dipercaya menjadi salah satu kebangkitan buat SKO Ragunan.

“Memang dari sisi pembenahan infrastruktur, ini kewenangan Pemprov DKI. Pemerintah pusat hanya menitipkan kurang lebih 200-an atlet dari 16 cabang olahraga di sini, salah satunya bulu tangkis,” kata Imam di sela-sela kunjungannya ke SKO Ragunan, Selasa (27/3).

Menpora mengunjungi SKO Ragunan guna memantau kondisi sekolah khusus tersebut.
Menpora mengunjungi SKO Ragunan guna memantau kondisi sekolah khusus tersebut. 
(CNN Indonesia/Titi Fajriyah)

“Kami hanya titip di sini 200-an anak, yang kami cukupi kebutuhannya, makan, uang saku, dan pelatih. Selebihnya, tentu kami bekerja sama dengan Pemprov DKI,” imbuhnya.

Imam menambahkan, keberadaan SKO merupakan salah satu bagian dari turunan dari pemisahan kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah yang tertuang dalam otonomi daerah. Sebab itu, pemerintah pusat menyesuaikan dengan keadaan tersebut.

“Namun saya beharap betul Pak Gubernur [DKI, Anies Baswedan] memberikan kelonggaran dananya untuk memperbaiki sebagian fasilitas. Nanti kami kerja sama, mungkin peralatannya dari Kemenpora, bangunannya dari pemerintah provinsi,” ucap Imam.

Yayuk Basuki merupakan mantan atlet Indonesia jebolan SKO Ragunan yang berprestasi di tingkat internasional.
Yayuk Basuki merupakan mantan atlet Indonesia jebolan SKO Ragunan yang berprestasi di tingkat internasional. 
(AFP PHOTO/Torsten BLACKWOOD)

Saat ini, Indonesia baru memiliki tujuh SKO termasuk Ragunan. Ke depan, Imam berharap bisa memaksimalkan keberadaa SKO untuk menyiapkan atlet seperti Kevin/Marcus.

“Intinya, kami mendorong, mendukung, dan saya berterima kasih kepada Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) atas kerja samanya. Sekarang sudah ada kurang lebih tujuh SKO.”

“Target kami ada 34 SKO nantinya. Semoga 2018 atau 2019 semua daerah punya sekolah jurusan olahraga, di samping klub-klub yang hebat itu,” Imam menerangkan. (sry)

cnnindonesia.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *