Din Syamsuddin imbau umat Islam memaafkan Sukmawati

Jakarta – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengimbau kepada umat Islam agar menerima permintaan maaf Sukmawati Soekarnoputri atas puisi ‘Ibu Indonesia’ yang menuai polemik karena dinilai melecehkan Islam. Sebelum meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam pada Rabu (4/4), Sukmawati terlebih dulu bertemu Din Syamsuddin di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan itu, Sukmawati menjelaskan perihal puisinya kepada Din. Selain itu dia juga menyampaikan keinginannya untuk meminta maaf secara terbuka keesokan harinya. Hal ini diceritakan Din kepada wartawan di Jalan Brawijaya VIII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/4).

“Bu Sukma mengatakan saat itu akan memohon maaf kepada umat Islam dan akan melakukan konferensi pers besoknya, pada hari Rabu. Dan saya langsung mendorong, itu yang terbaik,” kata Din.

Permintaan dan klarifikasi dilakukan secara terbuka oleh Sukmawati pada Rabu (4/4) kemarin di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat.

“Karena sudah demikian (minta maaf) maka kepada umat Islam saya mengimbau untuk memenuhi permintaan maaf dari Ibu Sukmawati Soekarnoputri yang sudah menyadari kesalahannya dan meminta maaf secara tulus,” lanjutnya.

Din menuturkan, saat bertemu dirinya, Sukmawati sempat membacakan puisi ‘Ibu Indonesia’. “Bu Sukmawati meminta izin membacakan puisinya dan meminta tanggapan saya,” kata Din.

Menanggapi isi puisi tersebut, Din menyampaikan beberapa hal kepada Sukmawati. Pertama berkaitan dengan karya sastra atau seni pada umumnya sangat bersifat relatif atau nisbi. Maksud atau makna dari karya tersebut tergantung tangkapan dari penikmatnya.

“Karya seni sebagai hasil karya rasa, cipta, karsa manusia itu bersifat sangat subjektif. Kadangkala simbolik dan dalam banyak hal abstrak. Jadi sangat interpretable dan multitafsir,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Sukmawati juga menyampaikan puisi ‘Ibu Indonesia’ merupakan salah satu puisi dalam bukunya yang berjudul sama dan diterbitkan pada 2006 silam. Sukmawati juga menyampaikan kepada Din bahwa dirinya tak berniat menghina dan melecehkan umat Islam dan agama Islam yang dianutnya.

Kepada Din, putri Bung Karno itu juga mengakui memiliki pengetahuan dan pemahaman Islam yang terbatas. “Saya kira itu (puisi) karena kekurangtahuan,” ujarnya.

Setelah mendengar puisi itu, Din mengatakan ada kalimat tertentu yang gampang dipahami dan dirasakan sebagai bentuk merendahkan Islam khususnya terkait azan yang dibandingkan dengan kidung. “Kalau soal cadar kan itu masih kontroversi di dunia Islam,” kata mantan Ketua PP Muhammadiyah ini.

“Cuma saya bilang ketika itu dibandingkan dengan memberi judgement kemudian yang bersifat peyoratif bisa menimbulkan ketersinggungan,” lanjutnya.

Secara akhlak dalam Islam, kata Din, sesama muslim diperintahkan Alquran untuk saling memaafkan. Saling memaafkan adalah salah satu tanda orang bertakwa. “Apalagi secara tulus dan ingin belajar (Islam),” ujarnya.

Sukmawati, kata Din, secara khusus ingin belajar memperdalam agama Islam yang selama ini dianutnya. Keinginan ini menurutnya harus disambut positif para ulama.

“Ini sebenarnya tugas dakwah. Ini adalah tanggung jawab para ulama, para dai, para mubaligh, mubalighah jika ada sesama muslim yang ingin belajar tentang Islam,” tutupnya. [bal]

merdeka.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *