Asteroid Sebesar Lapangan Sepak Bola Nyaris Menabrak Bumi

Sebuah asteroid sebesar lapangan sepak bola hampir menabrak bumi, para pakar baru menyadari keberadaan asteroid tersebut 21 jam sebelum ia lewat.

Di lansir dari Kompas.com, asteroid 2018 GE3 melaju dengan kecepatan 106.000 kilometer per jam, dan pada titik terdekatnya, ia hanya berjarak 192.317 kilometer dari bumi atau setengah jarak antara bumi dan bulan.

Kondisi ini menjadi semakin mengerikan ketika Anda memperhitungkan ukuran Asteroid 2018 GE3.

Diperkirakan memiliki lebar antara 47 hingga 100 meter, asteroid ini kira-kira seukuran lapangan sepak bola.

Artinya, 2018 GE3 berukuran tiga sampai enam kali lebih besar dari meteor yang melukai 1.200 orang dan merusak ribuan gedung di Chelyabinsk, Russia pada 2013.

Ia juga berukuran 3,6 kali asteroid yang membabat 2.000 kilometer persegi hutan Siberia pada 1908. Padahal, energi yang diproduksi asteroid tersebut 185 kali lebih besar daripada yang dilepaskan oleh bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima.

“Jika 2018 GE3 menabrak bumi, ia akan menyebabkan kerusakan regional, bukan global; dan mungkin akan sudah hancur di atmosfer sebelum sampai ke bumi,” ujar SpaceWeather.com yang di lansir dari kompas.com.

Meski demikian, (2018 GE3) adalah asteroid yang signifikan. Ia menunjukkan bagaimana batu antariksa sebesar itu masih bisa luput dari mata kita.

2018 GE3 ditemukan kurang dari sehari sebelum jarak terdekatnya.

Sulitnya mendeteksi asteroid Sebetulnya, bumi sudah sering kali terancam ditabrak asteroid.

Setidaknya sekali atau dua kali dalam seminggu, asteroid seukuran bus atau rumah berjarak lebih dekat ke bumi daripada bulan.

Akan tetapi, asteroid seukuran 2018 GE3 jauh lebih langka. Asteroid yang berdiameter 15 hingga 40 meter saja hanya dideteksi NASA mendekati bumi sekali atau dua kali dalam setahun.

Meski memiliki lebar sampai 100 meter, 2018 GE3 sangatlah kecil bila dibandingkan dengan planet, apalagi alam semesta. Seperti asteroid lainnya, 2018 GE3 juga sangat gelap dan cepat sehingga sulit untuk dideteksi.

Untuk menemukan asteroid, sebuah teleskop sangat bergantung pada lokasi dan waktu. Bila meleset, asteroid tidak akan terlihat hingga sangat dekat.

Satu-satunya solusi untuk menemukan asteroid-asteroid ini adalah teleskop yang bisa memindai seluruh langit. NASA sendiri sebetulnya sudah program ini.

Dikoordinasikan oleh Kantor Koordinasi Pertahanan Planet, program tersebut menggunakan jaringan teleskop di seluruh dunia untuk mendeteksi asteroid.

Akan tetapi untuk saat ini, instrumen yang digunakan hanya berfokus pada asteroid yang lebarnya 140 meter atau lebih karena dianggap memiliki dampak yang mengerikan bila menabrak bumi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com.

nationalgeographic.co.id

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *