Rieke Diah Pitaloka: Bangsa Indonesia Jangan Berpijak kepada Novel, tetapi pada Sejarah

Jakarta,  Politikus PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka mengatakan, Bangsa Indonesia harus berpegang pada sejarah yang sudah diverifikasi kebenarannya. Sejarah yang dapat menjadi pelajaran bagi warganya.

Bukan sebaliknya, berpegang pada novel fiksi yang merupakan hasil imajinasi dari penulisnya dan belum tentu akan terjadi.

“Bangsa jangan berpijak pada novel, tetapi berpijak pada sejarah yang sudah dibuktikan kebenarannya. Tidak boleh berpijak pada Novel,” kata Rieke di acara dukungan Pidato Bung Karno di Sidang Umum PBB dan Arsip Gerakan Nonblok pertama sebagai Memory Of The World, di Gedung LIPI, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Mengutip pernyataan filsuf Perancis, Rene Descartes “Cogito Ergosum”, Rieke mengatakan ada oknum pemimpin bangsa yang berpikir Indonesia akan runtuh. Dirinya pun meminta generasi muda untuk mewaspadai adanya pemikiran tersebut.

“Kita waspadai, berarti ada orang-orang yang berpikir menginginkan Indonesia runtuh di beberapa tahun ke depan,” tuturnya.

“Saya paling tidak mengajak generasi muda baca novel boleh, tetapi yang menjadi pegangan kita adalah sejarah bangsa kita sendiri. Kita berjuang untuk tidak hanya menjadi besar,” sambung Rieke. (Amriyono Prakoso)

wartakota.tribunnews.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *