Nilai Ujian Nasional SMA Sederajat Turun

Jakarta, Hasil nilai ujian nasional (UN) SMA sederajat 2018 mengalami penurunan bila dibandingkan tahun lalu. Tiga hal penyebab penurunan tersebut, yakni moda pelaksanaan ujian dengan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), kualitas soal yang dinaikkan, dan menurunnya keseriusan serta motivasi belajar siswa karena UN tidak menentukan kelulusan.

“Ini menjadi tantangan kita bersama untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran. Dengan perbaikan proses pembelajaran, kompetensi lulusan kita diharapkan juga akan meningkat,” kata Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Pelaksanaan UNBK dan UN berbasis kertas pensil (UNKP) jenjang SMA sederajat telah diserahkan pemerintah melalui Kemendikbud kepada dinas pendidikan provinsi. Menurut dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, pihaknya belum mengetahui pasti mata pelajaran apa saja yang mengalami penurunan.

Saat dihubungi terpisah, Kepala Pusat Penilaian dan Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud, M Abduh, juga mengakui adanya penurunan UN SMA sederajat tersebut. Dia berpendapat sekolah-sekolah yang beralih dari UNKP ke UNBK cenderung mengalami penurunan nilai UN. Namun begitu, lanjutnya, penggunaan UNBK memiliki konsekuensi logis dengan terjadinya peningkatan indeks integitas UN (IIUN) di sekolah-sekolah tersebut. Berdasarkan data empirik, tambahnya, UNBK juga berhasil meminimalisasi kecurangan UN.

“Hasil UN SMA sederajat sudah diserahterimakan dari Kemendikbud ke Dinas Pendidikan Provinsi pada Senin (30/4). Jadi hasil UN sudah selesai, tidak ada update lagi kecuali bagi mereka yang akan mengikuti UN perbaikan pada Juli nanti,” pungkas Abduh.

Sementara itu, sebagian besar siswa SMA Periwatas Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, merasa kebingungan setelah melihat hasil UNBK mereka yang rata-rata di bawah 5. Hal yang sama juga dirasakan siswa MAN 2 Kulonprogo, DI Yogyakarta, SMAN 2 Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dan SMAN 3 Kupang, NTT. Nilai terjelek para siswa rata-rata pada matematika.

Di SMAN Kupang, kata kepala sekolah Selfiance Dethan, walaupun sebagian besar nilai rata-rata matematika siswa 20-50,dan beberapa siswa 70, namun ada satu siswa yang mendapat nilai 100. Dari Bali, tiga SMAN saling berbagi dalam raihan nilai rata-rata UN tertinggi. Ketiganya, yakni SMAN 1 Denpasar, SMAN 1 Mengwi Kabupaten Badung, dan SMAN 4 Denpasar. (Bay/Nda/AD/LD/ PO/X-7)

mediaindonesia.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *