Viral Video Gus Nur Ceramah di Solo: Jokowi Haram, yang Pilih Jokowi Keluar dari Masjid!

Surakarta – Video ceramah Sugi Nur di sebuah masjid di Semanggi, Surakarta, Jawa Tengah menuai kontroversi.

Tabligh Akbar “Indonesia Bangkit dari Masjid” itu digelar pada Minggu (29/4/2018).

Dalam ceramahnya yang kini viral, terdapat unsur politik mengenai Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi.

Gus Nur menganggap Jokowi haram pada menit 12 detik 33 dalam video unggahan channel Youtube MUNIJAT Channel, Selasa (1/5/2018).

“Bagi saya Jokowi Haram,” ujar Gus Nur dalam ceramahnya.

Menurutnya, Jokowi telah berbohong karena ada sekitar 60 atau 70 janjinya yang belum ditepati.

Ia juga meminta jemaah yang memilih Jokowi di Pemilu nanti untuk keluar dari masjid pada menit 25 detik 33.

Dadi yok opo iki kiro-kiro, ganti presiden? Iki ndek masjid iki ganti presiden kiro-kiro? Sopo sing kate milih Jokowi angkat tangan. Lek enek sing milih Jokowi, metu teko masjid iki (Jadi gimana kira-kira, ganti presiden? Ini di masjid ini ganti presiden atau enggak kira-kira? Siapa yang mau milih Jokowi, angkat tangan. Kalau ada yang pilih Jokowi, keluar dari masjid ini, red),” katanya.

Aksinya ini lantas menuai perdebatan netizen dan dinilai melanggar imbauan Menteri Agama sebelumnya.

Diketahui, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah menyampaikan imbauan agar tak berpolitik di Rumah Ibadah, seperti dilansir Tribun-Video.com dari Tribunnews.com, Kamis (3/5/2018).

“Jangan sampai rumah ibadah digunakan sebagai tempat yang justru menggunakan agama untuk membuat polarisasi di tengah masyarakat hanya karena aspirasi politik yang berbeda,” ujar Lukman Hakim Saifuddin di Bidakara, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Ia menyampaikan bahwa agama seharusnya menjadi pemersatu kemajemukan di Tanah Air.

“Justru agama memiliki ajaran yang sama bagaimana agar di tengah kemajemukan kita tetap hidup damai,” katanya.

“Karenanya nilai agama menjadi faktor yang merekatkan itu yang menjalin yang merangkai keragaman itu sehingga sebagai Bangsa kita tetap terjaga keutuhan kita,” ucapnya lagi.

Lukman juga mengimbau agar masyarakat menjaga kesucian dan kedamaian rumah ibadah.

“Karena itu rumah ibadah kita jaga kesuciannya jangan sampai digunakan oleh pihak yang memang ada maskud tertentu untuk membenturkan antar umat beragama yang memang tidak sama keyakinannya dengan kendaraan politik dengan cara-cara mempolitisasi nilai agama,” papar Lukman.

video.tribunnews.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *