Presiden Ingatkan Umat Katolik untuk Ikut Menjaga Keragaman

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyambangi pengurus Konfrenai Waligereja Indonesia (KWI), dan mengingatkan agar menjaga Keragaman, Kerukunan, dan Persatuan

.

Presiden tiba di kantor KWI, sekitar Pukul 08.50 WIB, didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

 

Kedatangan Presiden disambut langsung oleh Ketua Presidium KWI Mgs. Ignatius Suharyo dan Sekretaris Jenderal KWI Mgr. Antonius Bunjamin Subianto.

 

Dalam silaturahmi ini, Presiden dan jajaran pengurus KWI melakukan pembicaraan dan bertukar pikiran mengenai Pancasila dan kebangsaan. Saat memberikan pernyataan selepas pertemuan, Presiden mengatakan bahwa dirinya juga menerima laporan tentang sejumlah permasalahan di daerah.

 

“Di dalam pertemuan saya menyampaikan yang berkaitan dengan Pancasila, keragaman, perbedaan agama, suku, adat, dan tradisi yang terus harus kita rawat dan menjaga persaudaraan, kerukunan, dan persatuan. Terakhir beberapa hal yang berkaitan dengan isu-isu di daerah,” tuturnya.

 

Sementara itu, terkait dengan vonis yang diberikan kepada salah seorang warga di Tanjung Balai, Medan, Sumatra Utara. Kepala Negara mengatakan bahwa terhadap kasus itu, dirinya tidak dapat mengintervensi pengadilan.

 

“Saya tidak bisa mengintervensi hal-hal yang berkaitan di wilayah hukum pengadilan. Saya sendiri kan baru saja digedok pengadilan di Palangkaraya, bersalah karena urusan kebakaran,” kata Presiden.

 

Namun Presiden mengatakan bahwa seseorang yang telah divonis pengadilan tingkat pertama dapat melakukan upaya hukum banding.

“Itu kan ada proses banding,” ujar Kepala Negara.

 

Sehari sebelumnya, Presiden juga bersilaturahmi dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor mereka yang juga berada di kawasan Menteng. Presiden juga menyerahkan hewan kurban berupa dua ekor sapi untuk didistribusikan dan diproses sesuai dengan syariat.

 

Penulis: Lukman

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *