Deklarasi#GantiPresiden2019 akan Digelar di Surabaya

SURABAYA – Deklarasi# 2019GantiPresiden menuai kritikan dan kecaman, namun akan tetap akan digelar di Surabaya. Salah satu panitia Tjetjep M Yasien menegaskan pihaknya akan tetap melangsungkan deklarasi #2019GantiPresiden di Tugu Pahlawan Surabaya pada Minggu (26/8/2018).

Tjetjep kembali menegaskan bahwa kegiatan yang akan diselenggarakannya telah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Lanjut Tjetjep, tidak ada alasan bagi polisi untuk melarang.

Menurutnya, dalam hal ini tidak perlu izin, namun hanya sebatas memberi surat pemberitahuan kepada polisi.

“Jadi cara kami ini sesuai undang-undang dan kegiatan kami ini secara undang-undang sifatnya surat pemberitahuan, dan hubungannya ke polisi itu surat pemberitahuan. Jadi terkait permintaan izin kita tidak pernah minta izin,” ujar Tjetjep kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (25/8/2018).

Surat pemberitahuan pun, lanjut Tjetjep, telah diterima dan mendapat stempel serta tanda tangan dari Direktorat Intelkam Polda Jatim. Surat tersebut juga telah diterima sejak tanggal 23 Agustus 2018.

“Ya itu kan memang sudah diterima tapi saya nggak tahu kalau polisi bilang belum dapat. Itu sudah diterima kok, itu ada tanda tangannya lengkap,” katanya.

Tjetjep mengatakan sudah menjadi tugas polisi untuk mengamankan dan melindungi. Karena itu, sudah kewajiban bagi polisi untuk mengamankan dan melindungi kegiatan tersebut.

Tjetjep meyakini kegiatan yang dilakukannya tidak mungkin dibuarkan polisi jika mengacu kepada undang-undang.

“Kami tidak mengetahui pernyataan itu dasarnya apa tapi kalau tetap mengacu pada undang-undang, ya tidak mungkin dia akan menertibkan dalam arti kata melawan undang-undang. Karena polisi sudah tahu sekali (Undang-undang) dan yang kedua saya tidak tahu penertiban yang seperti apa, tapi untuk yang bikin kekacauan baru mereka amankan,” lanjutnya.

Ketika ditanya ditolak mayoritas masyarakat Surabaya. Tjetjep justru mengatakan hal tersebut cukup wajar. Karena dalam segala sesuatunya memang selalu ada yang mendukung dan yang menolak.

“Kalau mendukung atau tidak itu hal yang biasa Karena memang ada yang setuju ada yang tidak. Kan ini juga yang mau datang monggo dan yang tidak mau datang ya monggo,” tandasnya.
Penulis: Ralian

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *