Dituding Provokator, Masyarakat Babel Tolak Kedatangan Ratna Sarumpaet

PANGKALPINANG – Sejumlah ormas menggelar unjuk rasa di depan pintu masuk Bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel). Mereka menolak diskusi Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) yang akan menghadirkan Ratna Sarumpaet, Rocky Gerung, Sabtu (25/8/2018).

Sekitar ratusan masyarakat berkumpul sejak pukul 10.00 WIB untuk menunggu kedatangan Ratna Sarumpaet, Rocky Gerung dan Marwan Batubara, yang akan menjadi panelis dalam kegiatan diskusi di Pangkalpinang.

Peserta aksi terdiri dari ormas FKPPI, PPM, PMII, Tim Relawan Cinta Damai, Aliansi Masyarakat Babel Cinta Damai, dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Massa menilai kegiatan tersebut penuh dengan kepentingan kelompok tertentu.

 

Ratna Sarumpaet Cs rencananya mendarat dari Jakarta di bandara Depati Amir Kota Pangkalpinang, Pulau Bangka sekitar pukul 11.30 WIB.

Rikky Permana dari Pemuda Panca Marga Babel mengatakan kegiatan tersebut harus di bubarkan jika tetap berlangsung. Karena diskusi itu mengangkat tema selamatkan Indonesia dan Ganti Presiden 2019.

“Kalau diskusinya membicarakan masalah ekonomi Babel kita tidak jadi masalah,” jelas Riki.

Hingga pukul 11.47 WIB, para peserta aksi masih menunggu kedatangan Ratna Sarumpaet Cs di depan bandara.

Berikut Pernyataan sikap dari Aliansi Masyarakat Babel (AMB), menolak kegiatan tersebut diadakan/digelar di Provinsi Kepulauan Babel dan menjadi contoh atau pilot projek kepentingan kelompok tertentu.

Selanjutnya, AMB menolak kegiatan apapun yang serupa diadakan/digelark di Provinsi Kepulauan Babel sebelum adanya ketentuan/aturan berkampanye yang ditetapkan oleh KPU.

AMB juga dalam seruannya meminta kepada Kapolda Kepulauan Babel untuk tidak mengeluarkan izin kepada pihak penyelenggara terkait kegiatan tersebut, agar suasana kerukunan, ketentraman, dan keakraban masyarakat sebelum menjelang masa kampanye tetap terjaga kondusif.

Penulis: Ralian

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *