Hanya Sepekan, Bareskrim Bongkar 689 Kasus Narkoba

JAKARTA – Direktur Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengungkapkan, selama sepekan Direktorat Narkoba Bareskrim Polri telah mengungkap 689 kasus narkoba.

Barang bukti yang disita polisi yakni 130,9 ton ganja; 58.272 kg sabu; 42,63 gram XCT dan 24 linting XCT; 14.914 kg psikotropika; 1.106 botol baya dan 1.248,8 liter baya; dan 33.338 butir pil dan 20.011 butir happy five. Selain itu ada juga temuan 3 hektare lahan ganja yang berisi 15.059 pohon ganja hingga temuan 0,03 gram kokain.

Dari pengungkapan itu, kasus terbanyak ada di Sumatera Utara dengan 230 penangkapan, sepanjang 23 Agustus-30 Agustus 2018. Dalam sepekan itu, ada total 901 tersangka yang ditangkap.

“Kasus terbanyak di Sumatera Utara dengan 230 kasus an 313 tersangka, kemudian di Metro Jaya dengan 112 kasus dan 140 tersangka, lalu di Jabar dengan 53 kasus dan 62 tersangka,” ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/8/2018).

Dari jumlah 689 kasus itu terdiri dari pengungkapan kasus ganja, sabu, hingga psikotropika di 35 provinsi.

Kasus penangkapan yang dilakukan Reskrim selanjutnya di wilayah Jawa Tengah sebanyak 47 kasus dan 56 tersangka, Kalimantan Timur 28 kasus dan 32 tersangka, kemudian Riau dengan 25 kasus dan 29 tersangka.

Eko menambahkan kasus yang menonjol yakni Jumat (24/8/2018) tim satgas 2 Ditnarkoba Bareskrim berhasil menggagalkan penyelundupan sabu yang disembunyikan di dalam bungkus teh. Dengan tersangka Lice Sandra meninggal dunia, Miftahul Khahfi berperan sebagai kurir, dan Abdul Rohmat alias Somad yang berperan sebagai pengendali barang.

“Tersangka Lice Sandra merupakan target operasi yang sudah dua kali lolos barang narkoba sebanyak 30 kg dan 50 kg,” ungkap Eko.

Dia menambahkan para tersangka ini merupakan kasus narkotika jaringan lapas. Modus yang digunakan tersangka yakni menyembunyikan sabu ke dalam bungkus teh China.

“Kahfi sebagai kurir dikendalikan oleh napi Somad dari dalam LP Pemuda Tangerang, handphone seluler selanjutnya meminta tersangka Lice Sandra untuk memberikan sejumlah barang narkotika kepada Al Kahfi dan tersangka Lice Sandra memerintahkan kurirnya untuk menyerahkan narkotika kepada terangka Kahdi dengan sistem nempel di suatu tempat,” paparnya.

“Analisanya adalah bahwa narkotika jenis sabu dikemas per 1 kg dalam bungkusan teh China masuk melalui pantai timur Sumatera, melalui jalur darat menuju Jakarta tepatnya di Kp Sempur Rt 06/06 No. 99 Desa Kadu Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang Banten,” sambungnya.

Total ada enam bungkus teh berisi sabu dengan berat brutto per bungkusnya 6 kg, dan 19 plastik klip bening berisi 488,68 gram sabu hingga dua buku tabungan beserta dua kartu ATM.

Kasus menonjol lainnya yakni kasus Richard Muljadi yang diciduk sedang mengisap kokain pada Rabu (22/8/2018). Richard Muljadi ini diketahui mengisap barang haram itu di dalam toilet sebuah restoran di kawasan SCBD, Jakarta.

Teranyar, pemusnahan ladang ganja oleh Satresnarkoba Aceh Besar di Pegunungan Tampeng Paya Dua Desa Pulo Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar pada Selasa (29/8/2018) lalu.

Ganja ini biasa dikirim untuk suplai ke Jakarta dan Bandung.

Eko mengungkapkan, ladang ganja tersebut ditanam pada lahan baru, dan di sekeliling ladang tersebut telah banyak batang kayu hutan yang ditebang liar. Namun, ladang masih tertutupi oleh semak yang sengaja dijadikan sebagai kamuflase. Peredaran ganja berasal dari Aceh melalui jalur darat trans Sumatera untuk diedarkan ke Pulau Jawa utama Jakarta dan Bandung sebagai tujuan akhir.
Penulis: Ralian

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *