Terima Gratifikasi, 22 Anggota DPRD Kota Malang Terancam Masuk Penjara

JAKARTA – Hasil pemeriksaan wali kota Malang nonaktif Moch Anton, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 22 anggota DPRD Kota Malang, Jawa Timur sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pembahasan APBD-P Kota Malang tahun anggaran 2015.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penyidikan dengan 22 orang anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (3/9/2018).

Lembaga anti rasuah itu menetapkan 22 anggota DPRD Kota Malang itu sebagai tersangka gratifikasi.

Para tersangka itu diduga masing-masing menerima duit Rp 12,5 juta hingga Rp 50 juta dari Anton. Duit itu terkait persetujuan penetapan RAPBD-P Malang tahun 2015.

“Diduga menerima fee masing-masing Rp 12,5 – Rp 50 juta dari Moch Anton,” ucap Basaria.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, 22 anggota DPRD Malang dijerat pasal 12 huruf a atau pasal 11 dan pasal 12B UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayau (1) ke 1 KUHP.

Penulis: Tan El Hak

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *