Teten: Presiden Pastikan Para Menterinya Tidak Gunakan Fasilitas Negara untuk Kampanye

JAKARTA – Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki mengatakan Presiden Joko Widodo sudah memberikan arahan kepada para menteri dan Kabinet Kerja agar tidak memakai fasilitas negara untuk kampanye. Jokowi telah memberi peringatan terkait hal itu.

Teten memaklumi bila kubu Prabowo menuding bahwa Jokowi dan Tim suksesnya akan memanfaatkan fasilitas negara.

“Ya itu biasalah dituding kepada incumbent, tapi Pak Jokowi sendiri sudah wanti-wanti, sudah memberikan arahan kepada para menteri pada jajaran di Setpres yang memang bisa saja nanti kita keliru atau tapi sudah diingatkan,” kata Teten di Posko Cemara, Jl. Menteng Raya, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2018).

Mantan Kepala Staf Presiden itu pun menegaskan Jokowi tidak akan memakai fasilitas negara saat kampanye nanti.

“Jadi tidak menggunakan fasilitas negara, tapi sebagai Presiden kan berhak mendapatkan pengawalan, seperti kendaraan yang cukup aman dan lain sebagainya itu sudah diaturlah, itu saja,” imbuh Teten.

Lebih lanjut, Teten menegaskan tidak masuk timses Jokowi-Ma’ruf.

“Tidak, saya tidak ikut timses,” kata Teten.

 

Selain menegaskan tidak ikut masuk timses Jokowi-Ma’ruf, dia membantah masuk Tim Bravo 5, yang dibentuk oleh Luhut Binsar Pandjaitan, untuk memenangkan Jokowi sejak 2014.

“Nggak, saya nggak nggak gabung ke mana-mana, saya sebagai pembantu Presiden sebagai staf khusus. Itu saja,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan kehadirannya di sini hanya sebagai Staf Khusus Presiden untuk memastikan kebijakan pemerintah saat ini. “Saya nggak ikut, saya sebagai Staf Khusus Presiden aja, ya memastikan kebijakan pemerintah saat ini,” tegas dia.

Teten mengungkapkan tujuan kedatangannya dalam rapat timses Jokowi hanya memberikan arahan mengenai kebijakan pemerintah sekaligus mengklarifikasi isu yang berkembang di masyarakat.

“Saya diminta untuk menyampaikan apa saja yang kebijakan-kebijakan pemerintah yang baik, itu yang termasuk juga mengklarifikasi beberapa isu yang berkembang di masyarakat yang keliru melihat kebijakan-kebijakan pemerintah,” ujar Teten.

Penulis: Lukman

 

 

 

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *